Dilansir dari laman Anadolu Ajansi pada Rabu, 23 September 2026, Erdogan menyampaikan pidato dalam Debat Umum Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum PBB ke-81 pada 22 September 2026. Tahun ini menjadi penampilannya yang ke-16 di forum tersebut.
Pidato Erdogan diperkirakan akan menyoroti perkembangan di Jalur Gaza, termasuk tindakan Israel dan situasi kemanusiaan yang terus menjadi perhatian internasional. Erdogan juga diperkirakan kembali menyuarakan pentingnya pengakuan terhadap Palestina sebagai sebuah negara serta kemungkinan langkah internasional terhadap Israel.
Agenda tersebut sejalan dengan posisi Turki yang selama ini aktif membawa isu Palestina ke forum internasional. Karena itu, pidato Erdogan di PBB kali ini berpotensi menjadi salah satu kesempatan bagi Ankara untuk kembali menyampaikan sikapnya mengenai konflik Gaza dan masa depan Palestina di hadapan masyarakat internasional.
Bertemu Guterres hingga Bicara soal Iklim
Selain pidato di hadapan para pemimpin dunia, agenda Erdogan selama berada di New York juga mencakup pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, serta sejumlah kepala negara dan pemerintahan.
Ia juga diperkirakan menghadiri sejumlah kegiatan bersama warga Turki di Amerika Serikat, komunitas bisnis Turkiye-Amerika Serikat dan perwakilan lembaga pemikir.
Tak hanya itu, ia juga dijadwalkan menyampaikan pidato dalam Konferensi Tingkat Tinggi Iklim yang diselenggarakan Sekretaris Jenderal PBB, menjelang peran Turki sebagai tuan rumah COP31 pada November 2026.
Konferensi perubahan iklim tahunan PBB tersebut akan digelar di Antalya, kota di pesisir Mediterania, Turki. Dengan menjadi tuan rumah COP31, Turki akan mendapat panggung tambahan untuk menunjukkan agenda dan komitmennya dalam isu perubahan iklim di tengah perhatian dunia terhadap berbagai persoalan geopolitik. (Wisa Irena Br Sitepu)