Gempa yang terjadi pada pukul 16.27 waktu setempat. Pusat gempat terdeteksi berada di Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu dengan kedalaman sekitar 10 km.
Intensitas guncangan dilaporkan mencapai skala 7, yang merupakan level maksimum pada skala seismik Jepang, khususnya di Kota Uki dan Kota Hikawa. Sementara itu, wilayah di sekitarnya merasakan guncangan pada skala upper 6.
Wilayah lain yang terdampak
Guncangan gempa ini dirasakan secara luas di Pulau Kyushu. Di Prefektur Kagoshima, getaran tercatat pada rentang atas skala 5 (upper 5). Sementara di Prefektur Fukuoka dan Prefektur Saga, intensitas getaran berada pada rentang bawah skala 5 (lower 5).
Tidak berpotensi tsunami
Guncangan hebat ini sempat memicu peringatan tsunami di beberapa wilayah pesisir sebelum akhirnya dicabut oleh otoritas terkait. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengonfirmasi bahwa gempa di Prefektur Kumamoto, Jepang tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.
Berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan BMKG, dampak guncangan di wilayah Kyushu tersebut tidak memicu kenaikan gelombang laut yang mengancam pesisir Nusantara.
Lebih dari 50 orang menjadi korban
Otoritas di Prefektur Kumamoto, Jepang mengumumkan lebih dari 50 orang terluka akibat serangkaian gempa bumi yang mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang.
Sebagai respons cepat pascagempa, Pemerintah Jepang telah mendirikan pusat koordinasi dan operasional pelayanan darurat (crisis center) di Kantor Perdana Menteri.
Tak ada korban WNI
Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo terus memantau perkembangan situasi pasca gempa bumi di Pulau Kyusu.
KBRI Tokyo telah menghubungi simpul komunitas WNI yang berada di wilayah Kumamoto dan Kyusu. Sejauh ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa di kedua wilayah tersebut. Seluruhnya dilaporkan dalam kondisi aman.
"KBRI Tokyo juga telah mengimbau agar seluruh WNI di wilayah akreditasi untuk tetap tenang dan terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan situasi melalui Japan Meteorological Agency (JMA)," kata Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Republik Heni Hamidah dalam keterangan resminya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda