Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa BTP. (Foto: MI/Ramdani)
Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa BTP. (Foto: MI/Ramdani)

PPLN Osaka Tegaskan Kasus BTP Hanya Salah Paham

Internasional pilpres 2019 BTP
Sonya Michaella • 15 April 2019 16:49
Osaka: Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Osaka menanggapi berita yang beredar sejak kemarin bahwa ada kericuhan saat pencoblosan pemilihan umum 2019 di KJRI Osaka. Saat itu, beredar video mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) tidak bisa mencoblos meski sudah mendaftar sejak awal.
 
Sesuai instruksi Komisi Pemilihan Umum Pusat, PPLN Osaka memberi kesempatan bagi pemilih yang terdaftar dalam DPTb jam sebelum waktu pemungutan suara berakhir bersama dengan Pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).
 
Pada hari pemungutan suara yaitu 14 April 2019, antusiasme masyarakat yang untuk menggunakan hak pilihnya di TPS Osaka sangat besar, terutama DPTb dan DPK yang belum terdaftar pada PPLN Osaka. Karena keterbatasan ruangan, PPLN mengatur agar calon pemilih DPTb dan DPK naik ke ruangan pukul 16.00 waktu serempat. Sekitar pukul 15.30, WNI yang terdaftar telah mengantre di lantai dasar Gedung Intes.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bapak BTP yang juga sudah hadir, ikut masuk dalam barisan. Namun karena banyak calon pemilih yang meminta untuk berfoto dengan yang bersangkutan, Bapak BTP memilih keluar untuk tidak mengganggu antrean. Posisi antrean yang bersangkutan digantikan sementara oleh rekannya," sebut pernyataan resmi dari PPLN Osaka yang diterima Medcom.id, Senin 15 April 2019.
 
"Sementara itu, PPLN bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Osaka mengajak para Saksi yang berasal dari perwakilan Partai Politik dan pendukung pasangan Capres-Cawapres untuk mengatur urutan naik ke lantai 22 dengan mekanisme yang sudah diatur. Mekanisme tersebut adalah dengan memberikan nomor urut awal kepada calon pemilih yang sudah terdaftar pada DPTb PPLN Osaka," lanjut pernyataan itu.
 
Saat PPLN, Panwaslu dan Saksi hendak memulai pemanggilan para calon pemilih yang terdaftar pada DPTb PPLN Osaka, sebagian calon pemilih yang sudah berbaris meminta agar nomor urut didasarkan pada posisi dalam antrean. Pada saat yang sama BTP yang selesai melayani permintaan foto ingin kembali ke posisi barisannya. Beberapa calon pemilih yang mengira BTP baru masuk dan disangka menyerobot antrean.
 
Kemudian, para calon pemilih tersebut meminta salah satu saksi menegur BTP. Ketua PPLN Osaka kemudian memberikan penjelasan kepada BTP bahwa sesuai pengaturan yang sudah ditetapkan, calon pemilih yang sudah terdaftar di DPTb PPLN Osaka-lah yang memperoleh nomor antrian awal.
 
Mekanisme tersebut kemudian dijelaskan pula oleh para saksi kepada calon pemilih yang lain dan dapat diterima, serta berjalan dengan lancar hingga akhir pemungutan suara. BTP pun dapat menggunakan hak pilihnya.
 
Terkait dengan hal tersebut, PPLN Osaka menegaskan bahwa sama sekali tidak terdapat upaya menghalangi Bapak BTP, maupun calon pemilih lainnya untuk menggunakan hak pilihnya. Dalam melaksanakan tugasnya PPLN senantiasa berpedoman pada ketentuan perundangan yang berlaku serta menjunjung tinggi prinsip keadilan dan netralitas.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif