Warga berada di lokasi ledakan bom mobil di kamp militer di Aden, Yaman, 29 Agustus 2016. (Foto:: AFP/SALEH AL-OBEIDI)
Warga berada di lokasi ledakan bom mobil di kamp militer di Aden, Yaman, 29 Agustus 2016. (Foto:: AFP/SALEH AL-OBEIDI)

Presiden Yaman Tolak Usulan Perdamaian PBB

Renatha Swasty • 29 Oktober 2016 22:05
medcom.id, Sanaa: Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi menolak proposal perdamaian yang diajukan utusan PBB, Ismail Ould Cheikh Ahmed, kata sumber kepresidenan pada AFP, Sabtu, 29 Oktober. Proposal itu bertujuan mengakhiri perang di negara miskin itu.

"Hadi menerima Ould Cheikh Ahmed dan menolak untuk megambil proposal PBB yang diserahkan padanya oleh utusan," kata sumber itu dikutip dari AFP, Sabtu (29/10/2016).

Isi peta jalan damai itu sebelumnya sudah disampaikan pada pemberontak Selasa, 25 Oktober. Namun, belum disampaikan pada publik.

Tapi, dari sumber diketahui isi perjanjian itu mengenai kesepakatan soal nama wakil presiden yang baru setelah pemberontak menarik diri dari ibu kota Sanaa dan kota-kota lain serta menyerahkan senjata pada pihak ketiga.

Hadi diketahui bakal memberikan kekuasan pada wakil presiden untuk menunjuk perdana menteri yang baru. Nantinya, perdana menteri bakal membentuk pemerintahan di Utara dan Selatan Yaman.

Sebuah pernyataan pemerintah di sabanew.net yang mengutip Hadi mengakatan "Peta jalan damai hanya membuka pintu untuk menuju lebih banyak penderitaan dan perang dan tidak ada peta perdamaian,"

Hadi menganggap peta jalan damai sebelumnya "Logis bahkan jika sampai batas tertentu, pikiran yang dibuat saat ini di bawah nama peta jalan damai hanya akan membawa benih-benih perang."

Pernyataan itu semakin menguatkan kalau Hadi menolak usulan perjanjian damai PBB.

Presiden Yaman Tolak Usulan Perdamaian PBB
Anak-anak di Yaman jadi korban akibat perang (Foto: AFP)

Pemberontak yang didukung Iran menyerbu Sanaa pada September 2014 sebelum Hadi benar-benar berkuasa dan memaksa Hadi melarikan diri dengan anggota pemerintahnya.

Meski pemerintahan bergeser ke markas sementara di kota Aden, Hadi berada di Riyadh bersama dengan pejabat paling senior di mana keamanan di kota Pelabuhan Yaman masih rapuh.

Loyalis Hadi memerangi pemberontak didukung oleh koalisi Saudi yang telah membantu mengebom pemberontak sejak Maret 2015.

Anggota koalis kunci Uni Emirat Arab menyambut baik usulan utusan PBB. Menteri Negara Emirat untuk urusan luar negeri Anwar Gargash mengatakan lewat twitter "Peta damai merupakan solusi politik untuk krisis Yaman,"

Para pemberontak dan Arab Saudi belum menanggapi usulan itu.

Hampir 7000 orang tewas dalam konflik Yaman sejak Maret 2015 dan lebih dari 35.000 orang terluka. Perang telah membuat 3 juta penduduk Yaman mengungsi dan jutaan orang lain membutuhkan bantuan makanan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan