medcom.id, Jakarta: Maladewa merupakan salah satu negara yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.
Menteri Luar Negeri Maladewa Mohammed Asim pun menjelaskan posisi negaranya, saat melakukan pertemuan dengan Menlu Retno L.P Marsudi di Jakarta, Rabu 21 Juni.
"Kita melakukan tukar pikiran terkait krisis yang terjadi di teluk. Kita sampaikan posisi kita terhadao krisis ini. Indonesia masih terus melakukan komunikasi dari berbagai pihak untuk mendorong agar dialog segera dilakukan," ujar Menlu Retno Marsudi, usai melakukan pertemuan dengan Menlu Asif di Gedung Pancasila, Jakarta, Rabu 21 Juni 2017.
"Menlu Maladewa menjelasklan posisi negara beliau memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Tetapi kerja sama yang sifatnya ekonomi masih dilakukan. Jadi penerbangan Qatar Airways sampai sekarang masih berlangsung," imbuh Menlu.
Menlu Retno menambahkan bahwa hingga saat ini, Maladewa juga ikut mendorong agar dialog segera dilakukan.
Seperti diketahui sebelumnya, Arab Saudi beserta sekutunya seperti Bahrain, Uni Emirat Arab, Yaman beserta sekitar lima negara lainnya,-termasuk Maladewa,-memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.
Alasan pemutusan hubungan diplomatik itu dipicu tuduhan bahwa Qatar mendukung kegiatan terorisme dan ekstremisme. Tuduhan itu dibantah oleh Qatar yang melihatnya sebagai upaya untuk membuat buruk citra negaranya.