Inisiatif Akuarium Dunia untuk Perangi Sampah Plastik
Komisioner Uni Eropa (UE) untuk Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan Karmenu Vella. (Foto: ANTARA FOTO/media OOC 2018/Idhad Zakaria/tom)
Nusa Dua: Komisi Eropa, bersama Program Lingkungan Hidup Persatuan Bangsa-Bangsa, serta didukung oleh Museum Kelautan Monaco, Kurator Akuarium Uni Eropa, Asosiasi Global Kebun Binatang dan Akuarium, Kemitraan Konservasi Akuarium Amerika Serikat serta Komisi Kelautan Antar Negara di UNESCO, telah setuju untuk mengkoordinasikan sebuah koalisi global yang terdiri dari sedikitnya 200 akuarium hingga tahun 2019. Tujuan dari inisiatif ini adalah untuk meningkatkan kesadaran publik tentang sampah plastik.

Begitu besarnya jumlah sampah plastik yang mengotori laut dan pantai telah mengancam keselamatan banyak spesies. Pembersihan pantai merupakan hal penting dan perlu, namun di saat bersamaan, perubahan perilaku publik dalam produksi dan konsumsi juga sangat mendesak. 

Terkait hal tersebut, sebuah inisiatif internasional baru diumumkan di konferensi Our Ocean Conference 2018 di Nusa Dua, Bali.


"Akuarium adalah ‘jendela’ menuju laut kita. Melalui koleksi dan program-program edukasi mereka, akuarium sejatinya mengajarkan kepada kita apa yang perlu dilindungi, dan mereka menginspirasi para pecinta laut masa depan. Bersama-sama para mitra, kami harap koalisi global baru ini akan mampu menggerakkan jutaan warga untuk berpikir ulang tentang cara mereka menggunakan plastik," ucap Komisioner Uni Eropa (UE) untuk Lingkungan Hidup, Kelautan dan Perikanan Karmenu Vella.

Baca: Jokowi Dorong Revolusi Mental untuk Lindungi Laut

Komisi Eropa bertekad mempercepat perubahan menuju lingkaran ekonomi yang lebih berkelanjutan. Pada 16 Januari, Komisi Eropa mengadopsi strategi plastik bagi seluruh Eropa, sebagai kebijakan pertama tentang plastik yang pernah dibuat. 

Pada 28 Mei, peraturan baru bagi seluruh Eropa ini diajukan demi merespon penggunaan umum 10 produk plastik sekali pakai. Upaya ini dilengkapi dengan kampanye peningkatan kesadaran publik "Ready to Change" (Siap Berubah) yang aktif didukung banyak akuarium.

Akuarium-akuarium di seluruh dunia akan mengorganisir sejumlah kegiatan tetap di masing-masing fasilitas dan melibatkan kegiatan komunikasi secara luas. Mereka akan digugah untuk mengubah kebijakan pembelian selama ini, misalnya pada kegiatan di kantin dan toko, dengan mengurangi penggunaan produk-produk plastik sekali pakai. 
Mereka juga akan didorong untuk bekerja sama dengan para mitra potensial dan pihak-pihak yang berpengaruh, seperti sponsor, penyandang dana dan lembaga swadaya masyarakat, untuk dapat mengoptimalkan dampak melalui promosi praktik baik perubahan perilaku di tingkat lokal, regional, nasional dan global. 87 akuarium dari 30 negara, termasuk 50 di antaranya berbasis di Uni Eropa, telah mengikat janji untuk mendukung “World Aquariums #ReadyToChange to #BeatPlasticPollution" ("Akuarium Dunia #SiapBerubah untuk #KalahkanPolusiPlastik."

Janji ini merupakan satu di antara 23 komitmen resmi yang akan diumumkan oleh Uni Eropa pada konferensi internasional OOC 2018.

Sebagai bagian dari upaya internasional untuk mengendalikan sampah, utamanya sampah plastik, Komisioner Vella pekan ini juga memimpin delegasi yang terdiri dari sekitar 40 perwakilan dunia usaha UE untuk Indonesia. Mereka akan mendiskusikan soal lingkaran ekonomi sekaligus menggali kesempatan untuk bekerja sama. 

Pada kesempatan tersebut, pihak otoritas dan mitra usaha UE dan Indonesia bertukar pandangan soal plastik, pencemaran laut, sampah, limbah kimia dan tanggung jawab sosial perusahaan. 

Kunjungan ke Indonesia ini merupakan bagian dari "Circular Economy Missions" (Misi Lingkaran Ekonomi) – sebuah pertemuan politik dan bisnis tingkat tinggi untuk mempromosikan kebijakan penghematan sumber daya dan keberlanjutannya di seluruh dunia, serta sebagai upaya membuka pasar bagi perusahaan-perusahaan dan para wirausahawan yang berwawasan "hijau.' Hingga saat ini, Delegasi UE telah mengunjungi Chile, Tiongkok, Iran, Afrika Selatan, Colombia, India dan Jepang.




(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id