Menlu Retno Marsudi panggil dubes negara sahabat dan menegur tentang limbah. Foto: Dok.Kemenlu RI
Menlu Retno Marsudi panggil dubes negara sahabat dan menegur tentang limbah. Foto: Dok.Kemenlu RI

Menlu Panggil Dubes Asing Terkait Kontainer Limbah

Marcheilla Ariesta • 30 Oktober 2019 14:02
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah memanggil sejumlah duta besar negara asing terkait isu kontainer limbah. Pelaksana tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah, menuturkan pemanggilan merupakan lanjutan instruksi Presiden RI.

"Sejauh ini sudah ada tindak lanjutnya, sudah ada pengembalian kontainer yang terbukti bertentangan dengan ketentuan impor limbah Indonesia," jelas Faizasyah di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.

Faizasyah tidak merinci berapa ton kontainer limbah yang sudah dikirim kembali ke negara asalnya. Dia juga enggan menyebut duta besar dari negara mana saja yang sudah dipanggil.

Dia menjelaskan bahwa persoalan kontainer limbah merupakan kerja sama dua pihak. Ini berarti pihak dalam negeri pun perlu mengawasi proses pengolahan limbah asing yang mereka terima.

"Di sisi lain, negara asal juga perlu bertanggung jawab, harus memastikan kontainer limbah yang meninggalkan pintu pelabuhan mereka tidak mengandung produk atau bahan yang berbahaya," jelas dia.

Faizasyah mengatakan para dubes negara sahabat telah menegaskan komitmen mereka untuk lebih bertanggung jawab. Mereka juga berkomitmen memastikan kontainer limbah yang mereka ekspor sesuai dengan ketentuan kelayakan Indonesia.

"Sudah dipanggil dan mereka berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi atas persoalan kontainer limbah yang masuk ke Indonesia," tutur dia.

Para perwakilan negara asing itu, kata Faizasyah, sepakat melakukan langkah-langkah evaluasi untuk menyelesaikan persoalan ekspor kontainer limbah.

Jika tidak ada langkah kooperatif dari mereka, lanjutnya, Pemerintah Indonesia akan mengambil tindakan, seperti memberikan nota peringatan.

Faizasyah menyebut Kementerian Luar Negeri akan mempublikasikan daftar nama-nama negara yang terlibat dalam masalah ekspor kontainer limbah tersebut, jika negara-negata tersebut tidak memegang komitmen mereka dan bertanggung jawab.

"Kemlu RI berharap, setidaknya para dubes negara asal itu bisa mengingatkan dan meminta pertanggungjawaban dari pemerintah masing-masing untuk mengambil kembali kontainer limbah yang tidak layak kami terima," tegasnya.

Pembahasan mengenai limbah ini kemungkinan akan dibahas juga oleh Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Bangkok, Thailand, dari 30 Oktober hingga 4 November 2019.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan