Pendidikan di Korea Utara./AFP.
Pendidikan di Korea Utara./AFP.

Korut Pakai Robot Untuk Bantu Siswa Belajar

Marcheilla Ariesta • 03 November 2021 18:55
Pyongyang: Robot mainan dengan mata biru dan bendera Korea Utara di dadanya berkeliaran di sekitar ruang kelas sebuah universitas di Pyongyang. Robot ini hadir dalam demonstrasi alat baru yang bertujuan membantu anak-anak belajar matematika dasar, musik, dan bahasa Inggris.
 
Rekaman yang disiarkan di televisi pemerintah Korea Utara, KRT, juga menunjukkan dua robot plastik yang lebih besar. Masing-masing robot itu berpenampilan seperti manusia.
 
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un mendorong reformasi pendidikan dalam beberapa tahun terakhir. Ia ingin memacu inovasi teknologi dan ilmiah di bidang pendidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya membantu mengajarkan tenologi pendidikan yang meningkatkan kecerdasan anak-anak," kata robot setinggi 80 centimeter dengan suara perempuan, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 3 November 2021.
 
Robot kedua menampilkan wajah tersenyum di layar yang tertanam di dalam kepala bundar putih. Sementara yang lain mengenakan setelan plastik biru dan kacamata berbingkai putih.
 
Park Kum Hee, seorang profesor di sebuah universitas di Pyongyang mengatakan, pengembangan robot pendidikan pada awalnya memiliki tantangan, dengan robot sering menggelengkan kepala ketika ditanya pertanyaan dalam bahasa Korea dan asing.
 
Baca juga: Berat Badan Kim Jong-un Turun 20 Kilogram, Intel Korsel Lakukan Analisa
 
"Meningkatkan kecerdasan robot ini sulit bagi saya sebagai seseorang yang mengambil jurusan psikologi," seru Park.
 
"Itu adalah kata-kata dari Kamerad Jenderal (Kim Jong Un) yang kami hormati tentang mengadopsi teknologi kecerdasan buatan dalam pendidikan yang selalu membimbing saya di jalur yang benar," lanjutnya.
 
Rekaman KRT menunjukkan siswa sekolah dasar yang mengenakan topeng mengulangi robot di kelas musik, matematika, dan bahasa Inggris.
 
"Halo? Senang bertemu denganmu. Senang bertemu denganmu juga. Siapa namamu?" kata dua anak dalam bahasa Inggris di depan kelas.
 
Korea Utara membuka kembali sekolah pada Juni tahun lalu, tetapi mewajibkan anak-anak untuk memakai masker di kelas dan cuci tangan.
 
Negara tertutup itu belum secara resmi melaporkan satu kasus virus korona, tetapi telah memberlakukan tindakan anti-virus yang ketat, termasuk penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan domestik. Para ahli mengatakan wabah di sana tidak dapat dikesampingkan.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif