Melansir Al-Jazeera, Selasa, 11 Agustus 2026, menurut Layanan Geologi Kolombia, gempa yang terjadi pada Senin waktu setempat tersebut menjadi gempa terkuat yang melanda Kolombia pada abad ini.
Guncangan terasa di sejumlah kota, termasuk Cali, Pereira, Quibdo, dan Manizales. Getaran juga dirasakan hingga negara tetangga, Ekuador dan Panama.
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada di San Jose Del Palmar, wilayah Choco, sekitar 400 kilometer sebelah barat Bogota. Gempa terjadi pada kedalaman 107 kilometer. Sedikitnya 21 gempa susulan kemudian terjadi dalam beberapa jam setelah gempa utama.
| Baca juga: Venezuela Alami 500 Gempa Susulan Sejak Gempa Pertama |
Puluhan Bangunan Runtuh di Cali
Cali, kota terbesar ketiga di Kolombia, menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan parah.Tim penyelamat bersama warga menyisir reruntuhan bangunan untuk mencari korban yang masih terjebak. Potongan beton dan puing dipindahkan secara bergotong royong melalui barisan panjang sukarelawan.
Pejabat setempat menyebut sedikitnya 20 bangunan runtuh dan 380 bangunan lainnya mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat sejumlah orang dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Korban Tewas Tersebar di Sejumlah Wilayah
Jumlah korban jiwa tersebar di beberapa wilayah yang terdampak gempa. Setidaknya 40 orang dilaporkan meninggal dunia di Risaralda, wilayah yang menjadi bagian dari kawasan penghasil kopi Kolombia. Pereira, ibu kota Risaralda, mengalami kerusakan parah dan proses pencarian korban masih berlangsung.Sementara itu, sedikitnya 27 orang tewas di Valle del Cauca, wilayah tempat Cali berada. Tiga di antaranya merupakan anak-anak.
Kondisi di Choco, wilayah yang berada dekat pusat gempa, juga menjadi perhatian. Gangguan komunikasi membuat laporan mengenai kondisi sejumlah daerah sulit diperoleh. Beberapa wilayah bahkan masih tidak memiliki layanan telepon seluler beberapa jam setelah gempa.
Gubernur Choco Carolina Cordoba mengatakan 12 orang tewas dan 84 lainnya terluka di wilayah yang sebagian besar merupakan daerah pedesaan tersebut.
Pemerintah Tetapkan Penanganan Korban sebagai Prioritas
Gempa tersebut menjadi krisis besar pertama yang dihadapi pemerintahan Presiden Abelardo de La Espriella yang baru dilantik beberapa hari sebelumnya.Pemerintah langsung memprioritaskan operasi pencarian dan penyelamatan korban yang masih berada di bawah reruntuhan.
"Prioritas utama adalah menyelamatkan orang-orang yang terjebak di bawah reruntuhan," ucapnya.
De La Espriella mengatakan laporan awal menunjukkan adanya 111 korban tewas dan 87 orang terluka, serta puluhan bangunan runtuh dan rumah yang rusak.
Tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah lokasi terdampak. Dengan adanya laporan puluhan hingga ratusan orang yang belum ditemukan, jumlah korban akibat gempa masih berpotensi berubah.
Gempa tersebut juga kembali mengingatkan kawasan Amerika Selatan terhadap risiko bencana seismik. Peristiwa ini terjadi setelah dua gempa dahsyat sebelumnya mengguncang Venezuela pada Juni.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda