Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Charly menyampaikan pandangan mengenai kontroversi tersebut. Ia menegaskan bahwa pernyataannya bukan dimaksudkan untuk membela Raffi, sebab dirinya tidak memiliki hubungan bisnis maupun kepentingan pribadi dengan presenter tersebut.
"Saya di sini bukan berbicara membela Raffi Ahmad. Saya juga bukan bawahannya, tidak punya juga hubungan bisnis sama dia, atau kumpul-kumpul sama dia dan ikut tidak ikut dalam acaranya. Jujur saya tidak punya kepentingan apa pun dalam persoalan ini," ungkap Charly melalui akun Instagram @charly_setiaku, dikutip Medcom.id pada Rabu, 4 November 2026.
Meski tidak memiliki keterkaitan langsung dengan persoalan tersebut, Charly mengaku prihatin melihat polemik yang terus berkembang. Terlebih, seruan boikot terhadap Raffi dinilai turut membawa dampak terhadap industri hiburan.
"Di mana-mana sedang ramai berbicara tentang Raffi Ahmad, sampai boikot-memboikot. Jujur secara pribadi saya ikut prihatin, apalagi sampai berdampak ke dunia hiburan yang dianggap karena ada menyangkut nama Raffi Ahmad," tuturnya.
Sebagai informasi, seruan boikot terhadap Raffi muncul setelah kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI menuai kritik. Kegiatan tersebut menjadi sorotan lantaran diduga melibatkan mahasiswa bayaran untuk meramaikan acara.
Menanggapi kontroversi itu, Charly mengaku percaya pada penjelasan Raffi dalam klarifikasinya. Menurutnya, Raffi hadir sebagai tamu undangan dan bukan pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan acara tersebut.
"Secara pribadi saya percaya seperti apa yang dijelaskan dalam klarifikasinya Raffi Ahmad ya. Dia hanya sebagai tamu undangan, bukan sebagai pihak yang membuat atau menyelenggarakan acara tersebut," ungkap Charly.
Kendati demikian, Charly menilai kejadian tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi Raffi agar lebih berhati-hati dalam menerima undangan maupun menghadiri sebuah kegiatan.
"Cuma mungkin Raffi lagi kena apes dan kurang hati-hati saja. Ya semoga ini menjadi sebuah introspeksi buat Raffi," sambungnya.
Di akhir pernyataannya, Charly tidak menampik bahwa setiap pihak yang melakukan kesalahan tetap harus menerima kritik dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, ia mengingatkan agar penilaian terhadap seseorang tetap didasarkan pada fakta yang jelas, bukan sekadar asumsi.
"Kalau memang ada kesalahan ya silahkan dikritisi saja. Kalau ada yang perlu dipertanggungjawabkan ya harus dipertanggungjawabkan. Tetapi alangkah baiknya jika semuanya dilakukan berdasarkan fakta yang sudah benar-benar jelas. Hari ini mungkin Raffi yang menjadi sasaran, besok bisa saja siapa saja, bahkan mungkin diri kita juga bisa," tutup Charly Van Houten.