Bill Cosby (Foto:AFP)
Bill Cosby (Foto:AFP)

Nenek 73 Tahun Juga Mengaku Diperkosa Bill Cosby

Rosa Anggreati • 27 November 2014 07:38
medcom.id, Los Angeles: Setelah kemunculan perempuan ketujuh yang mengaku menjadi korban kekerasan seksual Bill Cosby, kini seorang nenek berusia 73 tahun juga membuat pengakuan serupa.
 
Dia adalah Donna Motsinger. Peristiwa tersebut terjadi pada 1971 atau 43 tahun lalu. Ketika itu, Donna berusia 30 tahun dan bekerja sebagai pelayan di sebuah klub jazz di Sausalito, California. (Baca:Aktris Mengaku Dilecehkan Bill Cosby)
 
Donna mengaku pernah bersaksi bersama 12 perempuan lainnya dalam kasus perkosaan Cosby terhadap Andrea Constand, tahun 2005. Pada kesaksian saat itu, Donna dikenal sebagai perempuan nomor delapan bernama Jane Doe.

Donna secara eksklusif mengungkapkan kisah kelamnya kepada Page Six.
 
"Aku merasa bersalah jika tidak menceritakan kisah ini. Aku seperti pengecut. Para perempuan itu (yang sudah mengaku) adalah pemberani. Setidaknya ini yang bisa aku lakukan. Aku ingin memberi tahu kepada orang-orang bahwa korban pemerkosaan tidak selayaknya di-bully dan didiskreditkan," ujar Donna.
 
Perempuan yang kini tinggal di Taos, New Mexico, itu memiliki alasan mengapa akhirnya memutuskan keluar dari 'persembunyian.' Dia tidak terima melihat keponakan Cosby menuding para korban hanya mengarang cerita. (Baca:Wanita Ketujuh yang Diperkosa Bill Cosby)
 
Keponakan Cosby, Braxton Cosby, dalam wawancara dengan FarrahGray.com mengatakan, "Saya percaya dia (Cosby) tidak bersalah dan kecuali sistem peradilan dapat membuktikan sebaliknya, aku siap berdiri di belakangnya."
 
Ketika ditanya pembawa acara, apakah pamannya adalah korban pemberitaan media, Braxton menjawab, "Aku tidak menyatakan demikian. Dalam hal ini, paman saya masih hidup dan lebih sehat dari sebelumnya. Dia masih tampil dan bisnisnya tetap berjalan normal, meskipun diterpa berita miring."
 
Braxton bahkan mengutip salah satu bagian dari Kitab Injil untuk menguatkan argumennya dalam membela komedian itu.
 
"Saya membandingkan (kasus Cosby) dengan bagian dalam Alkitab di mana orang-orang dari suatu desa hendak merajam wanita yang dituding berzina. Yesus kemudian menantang mereka (penduduk desa) dengan mengatakan bahwa orang yang tidak berdosa boleh melemparkan batu pertama," kata Braxton.
 
"Satu yang menjadi perbedaan dalam kasus ini adalah bahwa perempuan itu tertangkap basah dan penuduhnya dibawa ke hadapan dia. Saya ingin mengingatkan semua orang bahwa kita hidup di negara terbesar. Hal yang membanggakan dari negara kita adalah hukum moral bahwa setiap orang dinyatakan tidak bersalah sampai terbukti bersalah di pengadilan. Itulah mengapa saya berdiri membela paman saya," tandasnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan