Foto: Metrotvnews.com
Foto: Metrotvnews.com

Tanpa Masalah, Fairuz dan Galih Ginanjar Tetap Bercerai

Triyanisya • 16 Desember 2014 19:41
medcom.id, Depok: Sidang kedua perceraian Fairuz dan Galih Ginanjar telah digelar di Pengadilan Agama Depok. Meski keduanya masih berhubungan baik, hasil persidangan tersebut mengatakan bahwa mediasi untuk rujuk bagi keduanya telah gagal.
 
"Apapun yang terjadi harus dihadapi, enggak ada masalah sama sekali. Saya sama Galih enggak ada masalah dan permusuhan setelah ini, komunikasi lancar, anak lancar, main masih bertiga," ujar Fairuz seusai persidangan di Pengadilan Agama Depok, Jawa Barat, Selasa (16/12/2014).
 
Fairuz mengatakan, menikah muda bukanlah penyebab dirinya lantas bercerai dari Galih. Tapi ia tetap ingin menjalin hubungan yang baik dengan Galih.

Perceraian Fairuz dan Galih memang tidak terlalu banyak masalah. Pasalnya, tidak terjadi perebutan hak asuh anak maupun harta gono gini di antara mereka. "Saya enggak pernah nuntut apapun dari Galih. Galih bertanggungjawab sama anak. Enggak memperebutkan apapun, semua jalan baik," lanjut Fairuz.
 
Selama ini beredar rumor bahwa perceraian keduanya dipicu kondisi Galih yang disebut-sebut tak berpenghasilan. Tapi, putri A Rafiq itu menyangkalnya. "Enggak benar (Galih tak menafkahi), Alhamdulillah baik-baik saja. Saya menyangkal. Selama Galih jadi suami saya, menafkahi anak dan istri dengan baik," terang Fairuz.
 
Sementara itu, Galih mengaku tidak masalah jika anak mereka harus bersama Fairuz. Ia merasa, sang anak memang perlu lebih dekat dengan sang ibu di usianya yang masih kecil. "Anak kecil kan lebih butuh kasih sayang ibunya. Kalau umur 12 nanti akan pilih tinggal sama saya atau Fairuz. Tapi bukan berarti lepas ya. Kalau masalah dijelaskan itu seiring berjalannya waktu," ucap Galih
 
Entah apa masalah yang memicu perceraian keduanya. Sidang keterangan saksi akan digelar pada 23 Desember 2014 mendatang. Setelah sidang tersebut digelar, kemungkinan perceraian keduanya akan segera diputuskan.
 
"Pasti awal (perceraian) menyayangkan, tapi kan akhirnya kita yang jalanin. Baiknya seperti apa, ternyata enggak bisa. Enggak ada yang sangka apalagi cerai. Pas nikah malah penginnya sekali seumur hidup, kan kembali lagi, Allah yang tentukan. Trauma pasti ada. Lebih hati-hati lagi, harus kenal pasangan seperti apa. Selektif pasti, tapi setelah ini mau fokus dulu ke anak," tandas Fairuz.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AWP)




TERKAIT

BERITA LAINNYA