Aktor Mario Lawalata berharap di Pilpres 2019 tidak ada lagi isu yang membawa-bawa suku atau agama tertentu.
"Kalau saya presidennya siapapun yang terpilih, kitanya enggak usah jadi panas-panasan, bikin berita yang aneh-aneh, yang ini lebih baik dari yang ini, bawa-bawa agama, ras, bawa-bawa yang lain lebih sedih ya, menghancurkan bangsa dengan kayak gitu. Saya lebih memikirkan kemanusiaannya," kata Mario saat berkunjung ke kantor Media Group dalam rangka promo film, Selasa, 9 Oktober 2018.
Menurutnya, sosok presiden harus paham dengan tugasnya. Namun, yang sulit adalah sikap dan respons dari rakyatnya sendiri.
"Kalau presiden mereka tahu tugasnya. Satu orang. Tapi kalau 250 juta lebih orang yang ngaco, mau presiden sehebat apapun enggak akan bisa," paparnya.
Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi pada tahun 2019. Selain pemilihan legislatif (Pileg) akan diadakan pemilihan presiden (Pilpres) yang dilakukan serentak pada 17 April 2019.
Pasangan calon Joko Widodo dan Ma'aruf Amin mendapat nomor urut 1. Sementara pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat nomor urut 2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News