"Dulu saya termasuk orang yang sering banget golput. Jadi seumur hidup, saya baru nyoblos dua kali kayaknya ya, ha-ha," kata Hedi saat ditemui di Plaza Semanggi usai acara perilisan album musik terbarunya, The Greatest Hits, Senin, 9 April 2019.
"Kalau boleh jujur, baru dua kali (nyoblos). Itupun dulu waktu masih sering pulang ke Bandung dan waktu Pemilu terakhir (2014) – dan sekarang, saya harus (nyoblos)," lanjutnya.
Hedi mengungkap dirinya semakin menyadari, bahwa satu suaranya sebagai warga negara sangat berarti bagi Pemilu di negara demokrasi. Dia merasa sudah tidak tepat jika masih mengabaikan urusan politik pemerintahan, kendati aslinya tidak terlalu tertarik.
"Namun untuk kepentingan negara, apalagi sekarang sedang enggak asyik. Ya paling enggak, kalau misalnya saya berusaha (berkontribusi), ternyata berhasil, alhamdulilah. Kalau suara saya ternyata tidak menentukan hal yang saya inginkan, ya sudah, harus terima, berdoa untuk kebaikan negeri," tuturnya.
Hedi enggan mengungkap siapa kandidat presiden pilihannya. Namun secara umum, dia menyebut Pemilu Presiden kali ini tidak menyenangkan karena terjadi perpecahan antar saudara dan keluarga.
"Bahkan banyak yang malah menjadi bermusuh-musuhan. Padahal haknya masing-masing untuk punya pilihan, tidak harus saling marah, tidak harus memanasi, dan ya harus menerima, enggak usah jadi membuat kejelekan atau memberikan kabar yang tidak benar," tutur Hedi.
Hedi, penyanyi solo yang juga bergabung di Kahitna, baru saja merilis album terbaru The Greatest Hits untuk merayakan tiga dekade perjalanan karier. Album ini memuat 12 lagu, meliputi tujuh lagu lama Hedi dalam aransemen baru, dua lagu lama penyanyi lain, serta tiga lagu baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News