"Beliau sosok yang bijaksana dan menjadi teladan bagi anggota Srimulat lainnya," ujar Nunung di rumah duka Jalan Srigunting 5, No.2, RT02 RW11, Kampung Gremet, Kalurahan Manahan, Kota Solo, Sabtu (7/2/2015).
Ketika mendengar kabar kematian Djudjuk, Nunung histeris. Dia tak kuasa menahan kesedihan. Pasalnya, kepergian Djudjuk hanya berselang enam bulan setelah meninggalnya Mamiek Prakoso yang juga anggota Srimulat, pada 3 Agustus 2014.
Rencananya, pelawak yang lekat dengan peran kemayu itu akan dimakamkan siang ini, pukul 13.00 WIB, di Astana Bonoloyo, Kota Solo. Lokasi pemakaman Djudjuk berdampingan dengan pusara suaminya Teguh Slamet Rahardjo yang merupakan pendiri Srimulat.
Djudjuk Djuariah meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta, Jumat (6/2/2015). Anggota Srimulat itu tutup usia pada pukul 15.10 WIB karena penyakit kanker usus yang telah menyebar hingga jantung dan tulang.
Djudjuk meninggalkan empat orang anak, yaitu Eko Saputro, Ari Wibowo, Mia Permata, dan Cintia Perdana, serta sembilan orang cucu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News