Harvey Weinstein Didakwa atas Tuduhan Pelecehan Seksual
Harvey Weinstein (Foto: gettyimages)
Manhattan: Pihak Dewan Juri Pengadilan Manhattan (pemangku keputusan terhadap terdakwa) menyatakan Harvey Weinstein sebagai terdakwa atas tuduhan pemerkosaan dan kriminal. Dilaporkan laman Telegraph, setidaknya ada 12 hingga 23 orang dalam kelompok juri untuk menginvestigasi kasus terbaru Weinstein.

Pernyataan ini tertuang dalam keterangan tertulis Jaksa untuk distrik Mahattan Cyrus R. Vance, Jr dalam keterangan tertulis.

"Pihak juri telah memutuskan untuk mendakwa Harvey Weinstein atas tuduhan kasus pemerkosaan di tingkat pertama dan ketiga, dan tindakan seksual kriminal di tingkat pertama."


"Dakwaan ini membawa terdakwa selangkah lebih dekat dengan sikap pertanggungjawaban atas kejahatan kekerasan yang kini dituduhkan padanya."

"Kami akan mencoba menangani kasus ini bukan melalui media, melainkan di ruang sidang, tempat perkara ini diusut. Laporan serangan yang dilakukan terdakwa baru-baru ini yang diperoleh melalui kejujuran para korban dan proses hukum dapat diprediksi."

"Kami yakin bahwa ketika juri mendengar bukti-bukti, ini akan menolak segala bentuk serangan yang tidak terkendali."

"Saya berterima kasih kepada para pejuang kebenaran yang gigih dan masih kuat mengikuti proses hukum ini. Saya juga berterima kasih kepada Komisaris James O'Neill dan anggota kepolisian New York City Police Department untuk dedikasi mereka dalam menangani kasus ini."

"Investigasi ini akan tetap berjalan. Kami terus mendesak para pejuang dan lainnya untuk memberikan informasi relevan melalui 212-335-9373," bunyi pertanyataan Jaksa Cyrus R. Vance Jr., yang dibagikan ABC News, Kamis 31 Mei 2018.

Sementara itu, pengacara Harvey Weinstein, Benjamin Brafman mengatakan Weinstein tidak akan memberikan kesaksian apapun di depan para jaksa karena tim pembela Weinstein tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkannya pada Rabu sore kemarin.

"Setelah ditolak secara tidak adil untuk mendapatkan akses informasi penting tentang kasus ini yang diperlukan untuk membelanya (Weinstein) di hadapan para juri, pengacara Weinstein memutuskan bahwa tidak ada waktu yang cukup untuk mempersiapkan Weinstein," ungkap Brafman, dikutip dari laman The Cut.

"Terlepas dari seberapa kuat kesaksian pribadi Weinstein, sebuah dakwaan akan 'tidak terelakkan' berkat 'tekanan politik yang tidak adil'," imbuhnya.

Kasus terbaru Weinstein yang kini tengah diusut adalah laporan dari Lucia Evans yang mengatakan sempat bertemu Weinstein di tahun 2004. Dalam wawancaranya bersama The New Yorker, ia bercerita pada Oktober 2004 dipaksa melakukan seks oral oleh Weinstein.

"Dia orang yang bertubuh besar, dia menguasaiku. Aku menyerah (saat itu)," ungkap Evans.

Atas kasus ini Weinstein mengeluarkan uang jaminan sebesar USD1 juta dan harus mengenakan gelang khusus dan dilarang keluar dari area New York. Weinstein hingga kini menyangkal semua tuduhan kasus pelecehan seksual yang diarahkan kepadanya.

 



(ELG)