Masih jelas dalam ingatan adik bungsu Alex, Ainun Najib, kakaknya itu nekat berangkat ke Jakarta demi menggapai cita-cita di bidang seni.
"Sekitar tahun 1980-an, Alex meninggalkan Jepara untuk mengadu nasib ke Jakarta. Di Jakarta, dia tidak hanya bekerja, namun juga mengasah bakat dengan belajar seni di Gelanggang Remaja Bulungan," ungkap Ainun ketika ditemui di rumah duka di Jepara, Sabtu (14/2/2015) dini hari.
Melihat tekad kuat sang anak, kedua orangtua Alex yaitu Sohibul Munir dan Khosiyah, tak bisa melarang. Mereka hanya bisa mendoakan Alex menggapai sukses di Jakarta.
Doa orangtua memang mujarab. Alex akhirnya terkenal sebagai aktor serbabisa. Pada 1985, film perdana Alex tayang, "Doea Tanda Mata." Di film tersebut Alex menjadi aktor sekaligus penulis skenario. Masih pada tahun yang sama, Alex muncul di film "Secangkir Kopi Pahit."
Yang membanggakan, film "Doea Tanda Mata" mengantarkan Alex meraih piala Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1987 untuk kategori aktor terbaik.
Terhitung telah puluhan film pernah dibintangi pemilik nama lengkap Saifin Nuha itu. Film terakhirnya pada 2014, berjudul "Sebelum Pagi Terulang Kembali" dan "Gunung Emas Almayer."
Lelaki kelahiran Jepara, 17 September 1961, itu juga pernah main sinetron berjudul "Dendam Nyi Pelet 2."
Hingga ajal menjemput, Alex masih menjabat sebagai Ketua Badan Perfilman Indonesia periode 2014-2017.
Alex Komang wafat dalam usia 53 tahun akibat penyakit kanker hati pada Jumat, 13 Februari 2015, pukul 20.00 WIB di Rumah Sakit Kariadi Semarang. Alex meninggalkan seorang istri, Nori, dan dua anak yaitu Aisya Hana Amani serta Ali Hasani.
Murid Teguh Karya dari Teater Populer itu akan dimakamkan di Pemakaman Islam Sri Randu, Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah, setelah azan zuhur siang ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News