"Jadi DJ sudah 2 tahun, tapi enggak terlalu fokus banget ke situ, untuk waktu belajar di rumah juga jarang, gue dapet istirahat dari kegiatan gue yang lain cuma tiga hari, jadi colong-colong waktu saja di rumah, belajar pelan-pelan, tanya-tanya sama DJ yang lebih senior, mereka sering ngajarin juga," ujar Vicky saat ditemui di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (7/8/2014).
Sebagai DJ, Vicky mengaku sangat menikmatinya, meski ia juga mengakui menjadi DJ sangat melelahkan. "Gue mesti pintar-pintar bagi waktu antara kegiatan gue di sebuah stasiun TV swasta, sama kerjaan DJ nya. nge-DJ paling gue ambil di weekend. Jadi sekarang sebulan gue bisa ambil 3 kali maksimal. Gue lebih mikirin bagimana caranya mengatur kesehatan biar enggak capek, karena itu capek banget," ujar Vicky.
Bekerja sebagai DJ tentu saja harus menghabiskan malam di klub malam. Tentunya banyak orang yang menganggap miring profesi sebagai DJ. Vicky menanggapi hal tersebut dengan santai.
"Tergantung orangnya, gue sendiri sampai sekarang enggak merokok. Jadi balik ke diri masing-masing. Lu enggak mau ya enggak akan mau, kalau pun dipaksa juga. Tetapi kalau misalkan sudah mulai tergoda, pengin nyobain, atau yang aneh-aneh itu kan kembali ke kita masing-masing selama kita masih bisa jaga diri kita insya Allah kita bisa," ujarnya.
Tetapi profesi sebagai DJ nya tetap dinikmati karena bertujuan menghibur orang. "Semua yang gue kerjakan ini selama masih ada hubungannya dengan entertainment, dan menghibur orang-orang, itu gue senang," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News