MIRA LESMANA: MIRA LESMANA KICK ANDY episode SOE HOK GIE .MI/SUMARYANTO
MIRA LESMANA: MIRA LESMANA KICK ANDY episode SOE HOK GIE .MI/SUMARYANTO

Glenn Fredly Rindu DPR Diduduki Mahasiswa

Agustinus Shindu Alpito • 26 September 2014 11:37
medcom.id, Jakarta: Di satu sisi seniman berbicara lewat karya, di sisi lainnya para seniman meneriakkan keadilan secara lantang menyikapi isu politik. Itulah yang kini terjadi, para seniman yang terdiri dari musisi dan sineas ramai-ramai mengungkapkan kekecewaan terhadap hasil pemungutan suara DPR yang hasilnya berujung pada pemilihan kepala daerah melalui DPRD.
 
Kekecewaan para seniman itu diungkapkan melalui akun Twitter mereka masing-masing.  "Babi-babi orde baru itu tidak akan binasa dengan cara yang gampang. Tapi ia akan binasa. Kita harus percaya. Rakyat tak bisa dikalahkan," kicau I Gede Ari Astina atau dikenal dengan nama Jerinx, drummer Superman Is Dead.
 
Joko Anwar, sutradara yang juga peka terhadap kondisi politik Indonesia juga gencar menyuarakan kekecewaannya.

"Kepala daerah yang pilih rakyat langsung saja ada yang korupsi. Apalagi, kalau yang memilih koruptor. Selamat, Indonesia!" kicau Joko dengan akun @jokoanwar.
 
Joko yang berkicau beberapa kali menanggapi hal ini juga menyorot pada peran presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dianggapnya tidak prodemokrasi.
 
"Selamat Pak SBY. Bapak meninggalkan jabatan dengan membiarkan suara rakyat dirampas. Prestasi luar biasa," tulis Joko.
 
Tidak ketinggalan, penyanyi solo berdarah Maluku, Glenn Fredly. Meski kicauannya singkat, namun tersirat kekecewaan yang mendalam pada diri Gleen.
 
"Rindu seperti ini lagi jadinya," ujar Glenn Fredly sembari menyertakan foto mahasiswa menduduki gedung MPR/DPR di tahun 1998.
 
Glenn Fredly Rindu DPR Diduduki Mahasiswa
 
Kemudian kicauan Glenn ini ditanggapi oleh akun Twitter sutradara dan produser film Mira Lesmana, "Asli! Sidang paripurna DPR sandiwara yang buruk :(."
 
"Wakil miring di gedung rakyat/ bersatu padu dalam kongsi jahat/ musyawarah mufakat untuk menipu rakyat/ lupa siapa yang memberi amanat," kicau personel Jogja Hip-hop Foundation, Kill the DJ menanggapi keputusan DPR itu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIT)




TERKAIT

BERITA LAINNYA