Wapres Jusuf Kalla (Foto:MI/M Irfan)
Wapres Jusuf Kalla (Foto:MI/M Irfan)

JK: Televisi yang Tidak Berbobot akan Dicabut Hak Siarnya

Anindya Legia Putri • 02 Desember 2015 23:13
medcom.id, Jakarta: Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), bersama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, serta Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, menghadiri malam puncak Anugerah KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) 2015.
 
Kedatangan JK dalam acara penganugerahan tertinggi bagi insan penyiaran ini guna mengapresiasi dan memberikan semangat agar penyiaran Indonesia lebih berbobot dan mendidik pada setiap programnya.
 
"Selamat untuk semua yang mendapat penghargaan atas kreativitas dan inovasinya. Semua penyiaran harus ada kriterianya, harus berbobot dan bermanfaat. Kalau tidak berbobot, itu tandanya menyalahgunakan milik publik," ujar JK, dalam sambutannya di atas panggung Anugerah KPI 2015, di Graha Mitra, Rabu (2/12/2015) malam.

Tak lupa JK mengingatkan kepada seluruh lembaga penyiaran bahwa pemerintah melalui KPI memiliki andil dalam memajukan dunia penyiaran Indonesia, yaitu dengan cara 'membuang' tayangan-tayangan yang tidak bermutu.
 
"Pemerintah memiliki kewenangan lewat KPI dalam memajukan dunia penyiaran Indonesia. Karenanya, kalau ada televisi atau radio yang tidak baik, tidak berbobot dan tidak bermanfaat, maka dapat dicabut hak siarnya," ucap JK.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan