"Beliau orang yang baik, ramah, dan tidak sombong. Benar-benar mendidik, enggak cuma ke anak cucu, tapi sesama seniman. Baik, sering kasih masukan," ungkap Mastur saat ditemui di rumah duka di Bambu Apus, Jakarta Timur, Jumat (3/4/2015).
Sebelum Mpok Nori wafat, Mastur sempat menghubungi tiga hari yang lalu.
"Kondisinya sehat. Saya bercanda sama dia, makanya enggak ada firasat sama sekali. Saya tahu kabar ini dari anaknya. Kagetnya luar biasa," kata Mastur pilu.
Mastur berharap, kerja keras Mpok Nori di dunia seni Betawi dapat diteruskan oleh generasi baru.
"Tapi, bagi saya hingga kini belum ada yang dapat menggantikan sosoknya. Kalau dia lagi melawak, semangat dan sangat enerjik. Suaranya kayak toa. Itu ciri khas. Enggak bisa lupa. Walaupun sempat sakit, tapi kalau mentas luar biasa semangatnya," puji Mastur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News