Guruh Soekarnoputra (Foto:Antara/Widodo S Jusuf)
Guruh Soekarnoputra (Foto:Antara/Widodo S Jusuf)

Guruh Sarankan Ibu Hamil Dengar Musik Gamelan

Hiburan guruh soekarnoputra
Agustinus Shindu Alpito • 06 Februari 2015 18:23
medcom.id, Jakarta: Putra bungsu Bung Karno, Guruh Soekarnoputra, berpendapat bahwa pengenalan budaya bangsa penting dilakukan secara dini. Bahkan, sejak anak masih dalam kandungan.
 
Pengenalan budaya sejak dini menurut Guruh pangkal dari kelestarian dan pelestarian kesenian Indonesia. Sikap anak muda saat ini yang cenderung melupakan akar budaya tradisi adalah bukti nyata kurangnya pengenalan budaya yang dilakukan para orangtua.
 
"Kalau kita mau mengkritik (anak muda melupakan budaya), bukan anak muda yang disalahkan, tetapi para orangtua. Mereka tidak mengenalkan budaya Indonesia dari kecil," kata Guruh di Jakarta, Kamis (6/5/2015).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya selalu bilang pada ibu yang sedang hamil, selagi hamil dengarkan musik Indonesia. Entah itu gamelan atau kolintang. Karena secara kedokteran pun diakui ada efeknya," imbuhnya.
 
Saran Guruh itu bukan tanpa alasan, dia merasakan efek pengenalan tradisi sejak dini pada dirinya.
 
"Mungkin itu terjadi pada diri saya dan kakak saya, Sukmawati. Begitu kami lahir, di istana ada yang main gamelan. Secara tidak langsung musik tradisional sudah masuk ke alam bawah sadar," akunya.
 
Ketika tumbuh remaja, Guruh seperti anak muda pada umumnya yang mulai teracuni paparan budaya Barat. Guruh sempat malu belajar tari. Tetapi perasaan itu dia singkirkan karena dorongan keinginan mengembangkan budaya bangsa sendiri.
 
"Waktu kami ABG (remaja) diwajibkan menari. Sempat berpikir, 'Kok aku cowok, tapi disuruh menari. Menari daerah pula.' Tapi ketika saya di bangku SMA dan ketika jadi mahasiswa, malah ada panggilan (mendalami budaya Indonesia)," kisah Guruh.
 
Guruh menyayangkan generasi muda Indonesia yang mengagung-agungkan budaya Barat dan melupakan budaya bangsa sendiri.
 
"Kenapa harus kebarat-baratan? Kenapa kita memberi kesempatan budaya asing lebih daripada budaya kita sendiri? Kita harus kembali kepada kepribadian kita sendiri, pribadi Indonesia. Sudah deh, enggak usah kebarat-baratan," tutup Guruh.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif