Adam Deni (Foto: instagram)
Adam Deni (Foto: instagram)

Ditangkap Polisi, Pengacara Jerinx Duga Adam Deni Coba Memeras Pejabat Terkenal

Elang Riki Yanuar • 02 Februari 2022 18:37
Jakarta: Adam Deni ditangkap polisi karena unggahannya di media sosial. Pria yang dikenal setelah melaporkan Jerinx ke polisi itu diduga melakukan pencurian data dan akses ilegal.
 
Penangkapan itu disambut baik oleh Jerinx dan tim kuasa hukumnya. Sugeng Teguh Santoso, salah satu tim kuasa hukum Jerinx menyebut jika pria berkacamata itu diduga melakukan akses ilegal untuk tujuan pemerasan.
 
"Terkait penangkapan Adam Deni saya apresiasi Bareskrim Polri yang telah menangkap Adam Deni. Itu karena Adam Deni memiliki kecenderungan perilaku tercela di dalam kegiatannya sebagai pegiat media sosial. Dia punya tedensi tercela menggunakan keahliannya itu untuk gunakan dugaan pemerasan," kata Sugeng, Rabu (2/2/2022).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Sugeng, Adam Deni dia sebut berupaya memeras seorang pejabat terkenal dengan mengancam akan melaporkannya ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Informasi itu, kata Sugeng, terpampang jelas di salah satu unggahan Adam Deni.
 
"Ilegal akses ini saya duga juga terkait dugaan pemerasan menurut saya. Kan itu ada kaitan sama Instagram dia yang mau melaporkan pejabat negara kepada KPK terkait dugaan tidak dipenuhi komitmen. Di IG dia muncul. Saya membaca ini artinya tindakan dia mau laporkan KPK karena tidak tercapai kesepakatan dengan pejabat publik tersebut," jelas Sugeng.
 
Tindakan Adam Deni itu ditambahkan Sugeng mirip dengan modus yang dilakukan terhadap Jerinx. Adam Deni disebut Sugeng meminta uang Rp15 miliar jika ingin berdamai. Namun, pihak Jerinx tak menyanggupi permintaan itu.
 
"Sama seperti Jerinx yang diminta Rp15 miliar. Dugaan saya ilegal akses ini terkait hal itu," tuturnya.
 
Adam Deni ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri pada Selasa, 1 Februari 2022 sekitar pukul 19.00 WIB. Dia ditangkap karena unggahannya di media sosial dan melakukan akses ilegal. Dia dijerat oleh UU ITE.
 
"Terkait dengan tindak pidana melakukan upload atau transmisikan dokumen elektronik yang dilakukan oleh orang yang tidak berhak sebagaimana pasal 48 (1) 2 3 jo pasal 32 ayat 1 2 dan 3 UU ITE," jelas Kepala Biro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Jakarta, Rabu (2/2/2022).
 

 
 
 
(ELG)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif