"Jokowi bisa kalah," tulis Ernest dalam postingan foto di Instagram, Sabtu, 6 April 2019.
Dalam keterangan postingan, Ernest menjelaskan maksudnya. Menurut Ernest, bakal ada sebagian warga negara dengan hak pilih, punya dukungan ke Jokowi, tetapi tidak memakai hak pilih mereka atau golput (golongan putih) dengan tidak datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April karena berbagai alasan.
Salah satunya karena ingin liburan. Apalagi, hari itu berdekatan dengan hari libur nasional Jumat Agung atau peringatan wafat Isa Almasih pada 19 April.
"Lupakan semua hasil polling yang mengatakan Jokowi unggul. Kita tetap bisa kalah kalau para pendukungnya lantas terlalu percaya diri dan enggak datang ke TPS. 'Males ah nyoblos, mending liburan. Sudah pasti menang pula,'" tulis Ernest.
"Enggak," sambungnya.
Sutradara Cek Toko Sebelah ini memberi contoh Pilpres di Amerika Serikat tiga tahun silam. Kala itu, hasil jajak pendapat pra pemilu menyebut Hillary Clinton unggul dari Donald Trump. Ini membuat banyak pemilih muda terlena dan tidak ambil bagian dalam pemungutan suara.
Ternyata, Hillary kalah tipis dari Trump. Terpilihnya Trump disambut dengan aksi unjuk rasa bertagar "NotMyPresident". Menurut Ernest, pendukung Jokowi bisa mencegah penyesalan yang sama terulang dengan tidak golput.
"Masih ada waktu jelang 17 April. Pastikan hak suara kamu aman dan manfaatkan hak tersebut sebaik mungkin," tulisnya.
"Satu pertanyaan terakhir: Kalau kamu enggak nyoblos, lalu Jokowi kalah, apakah kamu akan menyesali diri? Jika jawabnya iya, kamu tahu harus melakukan apa," sambung Ernest disertai penafian, bahwa pendapat ini ditujukan bagi pendukung kubu 01.
"Kalau kamu dukung 02, abaikan. Salam damai buat semua," pungkasnya.
Hari pemungutan suara Pemilu Presiden dan Legislatif 2019 akan digelar serentak di Indonesia pada Rabu, 17 April. Untuk pemilihan presiden, warga negara dengan hak pilih bisa memilih pasangan kandidat Jokowi dan Ma'ruf Amin atau Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News