Kawaei dan Iriyama menderita patah tulang dan luka pada tangan kanan mereka. Bahkan, disebutkan jari tangan mereka hampir putus. "Iriyama juga luka di bagian kepala, cukup dalam," papar manajer AKB48 Yuasa Hiroshi, yang dikutip RT.com, Senin (26/5/2014). Selain mereka, seorang staf juga terluka setelah mencoba melindungi dan menghentikan penyerangan.
Akibat parahnya luka, ketiganya menjalani operasi selama tiga jam sejak pukul 09.00 malam waktu setempat.
Penyerangan dilakukan oleh lelaki bernama Satoru Umeta (24), seorang pengangguran yang dropout dari SMA. Sebelum menyerang, Umeta berbaris rapi bersama ratusan fans lain menunggu giliran untuk bersalaman dengan personel AKB48, di ajang jumpa fans di Iwate Prefecture, Minggu (25/5/2014).
Tak diduga, ketika bersalaman dengan Kawaei dan Iriyama, dia mengambil gergaji sepanjang 50 cm yang telah disiapkannya dan langsung mengayunkan tanpa ampun kepada korban. Situasi langsung berubah mencekam. Para gadis berlarian ketakutan. Kawaei dan Iriyama terkapar di lantai sambil menjerit dan menangis, dengan tubuh berlumuran darah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News