Perjalanan karier pria yang memiliki tawa khas "hahay" ini diawali dari debutnya di dunia seni hiburan Indonesia sebagai figuran dalam program Ngelaba yang dimotori grup Patrio pada 1996.
Nama Budi Anduk kian dikenal oleh masyarakat semenjak mengisi acara komedi Tawa Sutra pada 2006 di salah satu program televisi swasta bersama Arie Untung, (alm) Ade Namnung, Pepi, Aldi Taher, dan beberapa pelawak lain.
Puncak kesuksesannya, pria yang suka mengalungkan handuk di lehernya itu mempunyai program sendiri yaitu Untung Ada Budi yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta.
Selain wara-wiri di program televisi, pria yang piawai memetik gitar itu juga pernah memerankan beberapa film, yaitu Tiren (2008), Tulalit (2008), Ku Tunggu Jandamu (2008), Pesantren dan Rock n' Roll (2011), serta ABG Menjadi Manten (2014).
Budi juga pernah membintangi sejumlah iklan produk.
Tidak hanya sukses di dunia kaertisan, lelaki bertubuh gempal yang kerap menjadi bulan-bulanan saat tampil ini berhasil menamatkan pendidikan hingga strata satu.
Budi menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Indonesia jurusan Ilmu Budaya tahun 1991.
Kesehatan Budi Anduk mulai bermasalah pada 2012. Saat itu, Budi didiagnosa menderita penyakit liver akut sehingga harus beristirahat dari dunia hiburan.
Pada Senin, 11 Januari 2016, Budi Anduk meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, pada pukul 14.45 WIB.
Budi Anduk tutup usia akibat mengidap kanker paru-paru stadium 4.
Ucapan belasungkawa mengalir dari selebritas dan netizen, di antaranya Melanie Subono.
Selamat jalan mas Budi Anduk, makasih udah menghibur, dan pernah ksh gw surprise sbg fans besar mu ..buatlah Surga tertawa ya 🙏🏻🙏🏻 #katamel
— melanie subono (@melaniesubono) 11 Januari 2016
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News