Selena Gomez (Foto: instagram)
Selena Gomez (Foto: instagram)

Selena Gomez Sempat Depresi Jalani Karantina Mandiri

Hiburan selena gomez Artis dan Virus Korona
Sunnaholomi Halakrispen • 13 Oktober 2020 15:42
Jakarta: Sejumlah negara melakukan penguncian wilayah untuk menekan angka penyebaran covid-19. Jika penguncian dan karantina membuat Anda atau seseorang yang Anda kenal merasa sedih, ketahuilah bahwa Selena Gomez mengalami masalah yang sama.
 
Dikutip dari InStyle, dalam siaran Instagram Live akhir pekan lalu, Gomez berbicara dengan Dr. Vivek Murthy. Ahli Bedah Umum di bawah Presiden Barack Obama itu berbincang tentang kesepian kronis.
 
Selama obrolan itu, Selena terbuka tentang pengalamannya sendiri dengan mengatakan bahwa dia telah mengalami depresi pada awal karantina.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya akan mengatakan, saya seorang ekstrovert, jadi saya mengerti bahwa ini lebih sulit," ucap pelantun lagu Lose You to Love Me itu.
 
"Pada awalnya, saya tidak bisa menangani (karantina) sebaik itu. Saya mengalami sedikit depresi," tambahnya.
 
Dia memberi tahu Murthy bahwa melakukan hal kreatif dan beberapa aktivitas fisik, serta menghabiskan waktu bersama keluarga dapat membantunya.
 
"Kemudian saya mulai pergi ke tempat di mana saya benar-benar bisa menulis dan aktif. Dan kemudian saya rasa itu memaksa saya untuk memiliki waktu," tuturnya.
 
"Sekali lagi, saya bisa menghabiskan waktu dengan orang-orang berkualitas itu lebih banyak daripada yang pernah saya alami. Menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga saya, dan saya hampir merasa seperti menjadi normal dalam situasi yang tidak normal ini."
 
Penyanyi asal Amerika itu menyatakan bahwa dia bahkan memposting tentang hal itu di Instagram. Sehingga, siapa pun yang mengalami situasi yang sama akan merasa memiliki seseorang untuk bersandar.
 
"Saya pikir saya bahkan memposting di Instagram saya di mana saya menangis, menjelaskan kepada semua orang yang mengikuti saya betapa saya merindukan mereka."
 
Penyanyi berusia 28 tahun itu mengakhiri dengan mengatakan bahwa dia merasa telah berhasil melewati depresi. Kini, dia siap untuk melanjutkan hidupnya.
 
"Saya hanya berpikir saya telah menanganinya dengan cara yang saya perlukan, saya menyelesaikannya dengan orang yang tepat, dan melakukan hal yang benar, serta melakukan langkah yang benar untuk tidak membuat saya gila," tutup dia.
 

 
(ELG)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif