Memiliki nama asli Mamiek Podang, anak ketiga dari 6 bersaudara itu mengawali karier sebagai anggota grup lawak Srimulat pada 1984.
Kakak dari penyanyi campur sari Didi Kempot tersebut populer dengan ciri khas rambut yang dicat pirang pada bagian kiri dan kanan.
Selain itu, Mamiek juga dikenal dengan kata-kata lawakannya seperti "makbedunduk" yang berarti sekonyong-konyong dan "makjegagik" yang artinya tiba-tiba.
Mamiek mendapat darah seni dari sang ayah, Ranto Edi Gudel, yang juga merupakan seorang pelawak dan seniman serbabisa pencipta lagu "Anoman Obong." Mengikuti jejak ayahnya, Mamiek pernah merilis lagu "Grojogan Sewu," "Ora Tak Gagas," dan "Cidro."
Mamiek merambah dunia akting lewat film perdana, "Kanan Kiri OK" pada 1989. Pada tahun yang sama, Mamiek juga membintangi "Makelar Kodok" (1989). Dilanjutkan dengan film "Mas Suka, Masukin Aja-Besar Kecil I'ts Okay" (2008).
Mamiek mendapatkan nominasi Piala Citra 2009 sebagai Pemeran Pembantu Pria Terbaik dan memenangkan Pemeran Pembantu Pria Terpuji dalam Festival Film Bandung 2010 melalui film "King" (2009).
Sejak vakumnya Srimulat pada 2005, tayangan hiburan tradisional perlahan redup. Hal ini membuat sutradara film, Charles Ghozali, prihatin dan mengangkat kembali Srimulat melalui kisah layar lebar.
Pada 2013, dirilis film "Finding Srimulat." Mamiek beserta rekan Srimulat lainnya seperti Gogon,Tessy, dan (alm) Djujuk Djuwariah turut terlibat dalam film tersebut.
"Air Mata Terakhir Bunda" menjadi film Mamiek terakhir yang dirilis pada 2013.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News