Idris Sardi/FOTO ANTARA/Fanny Octavianus
Idris Sardi/FOTO ANTARA/Fanny Octavianus

Idris Sardi Jatuh Cinta dengan Biola sejak Usia 10 Tahun

28 April 2014 10:13
medcom.id, Jakarta: Nama Idris Sardi tentu terdengar tidak asing bagi pecinta musik klasik. Kemampuannya dalan mengolah alat musik biola tidak perlu diragukan lagi.
 
Betapa tidak, pria kelahiran Jakarta, 7 Juni 1938, itu sudah jatuh cinta dengan alat musik tersebut semenjak berusia 10 tahun. Apalagi sang ayah adalah pemain biola Orkes RRI Studio Jakarta, M Sardi.
 
Kala itu, Idris sudah mendapat sambutan hangat pada pemunculannya yang pertama di Yogyakarta pada 1949. Ia disebut sebagai anak ajaib karena kelincahannya dalam bermain biola di usia yang sangat muda.

Beranjak dewasa, kemampuan Idris pun semakin meningkat. Di usia 16 tahun, Idris sudah harus menggantikan kedudukan sang ayah sebagai violis pertama dari Orkes RRI Studio Jakarta pimpinan Saiful Bahri. Pada 1960-an, Idris beralih dari dunia musik biola serius, idolisme Heifetz, ke komersialisasi Helmut Zackarias.
 
Banyak yang berpendapat seandainya dulu Idris Sardi terus belajar klasik dengan Jascha Heifetz atau Yahudi Menuhin, ia akan menjadi pemain biola kelas dunia setingkat dengan Heifetz dan Mehuhin.
 
Penghargaan yang sempat ia raih antara lain sebagai komponis dan ilustrator musik untuk film. Mendapat Piala Citra untuk Penata Musik Terbaik antara lain dalam film Pengantin Remaja pada 1971.
 
Adapun pengantin remaja adalah karya sutradara almarhum Wim Umboh dengan pemerannya antara lain Sophan Sopian, Widyawati, dan Fifi Young. Film ini sendiri banyak diilhami film percintaan Hollywood masa itu seperti Romeo dan Juliet dan Love Story yang melodramatik. Dalam film ini bahkan nama kedua tokoh utamanya hampir mirip dengan Romeo dan Juliet, yaitu Romi dan Juli.
 
Ayah dari pemain film Santi Sardi dan aktor muda Indonesia Lukman Sardi dari pernikahannya Zerlita ini juga pernah terkenal karena memiliki tanda nomor kendaraan B 10 LA yang dapat dibaca 'biola'. Namun, setelah hal ini dipublikasikan secara luas, ia merasa tidak nyaman karena menjadi perhatian masyarakat ke manapun ia pergi. Karena itu, Idris pun mengganti nomor kendaraannya dengan nomor biasa.
 
Bagi sebagian kalangan, Idris Sardi masih diakui sebagai salah satu maestro biola di tanah air. Kemampuannya mengolah biola, kata musikus Addie MS, memiliki daya tarik khusus. Lewat insrumen biola yang digelutinya sejak kecil, Idris Sardi menawarkan keandalan menciptakan repertoar-repertoar terbaik.
 
Kini, Idris menghembuskan napas terakhirnya dalam usia ke-76 di RS Meilia Cibubur pada Senin (28/4/2014) pukul 07.25 WIB didampingi putrinya Santi Sardi dan sang istri, Ratih Putri. Idris diketahui telah menjalani perawatan intensif selama sebulan terakhir setelah mengeluh mengalami nyeri pada kepala dan kesulitan tidur.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA