Syarat Bagi Glenn Fredly untuk Mendukung Jokowi atau Prabowo
Jokowi-Ma'ruf Amin akan mendaftarkan diri sebagai pasangan capres-cawapres pada Pemilihan Presiden 2019. (Foto: Antara Foto/Hafidz Mubarak/Dhemas Reviyanto)
Jakarta: Pada Pilpres 2014 lalu, Glenn Fredly mantap mendukung pasangan Jokowi-JK maju dalam pesta demokrasi politik. Untuk tahun ini, Glenn masih bungkam dan mempertimbangkan visi.

"Saya pribadi melihat konteks Pilpres tahun depan tentang visi, bukan tentang siapa. Itu catatan buat saya," paparnya di kawasan Senopati, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018.

"Pemilihan Pilpres harus dilihat tentang visi. Tentang apa yg mau dilakukan, apa yg mau dibuat buat orang banyak, masyarakat. Bukan tentang Jokowi atau Prabowo. That's the point," sambung Glenn.


Glenn memandang tokoh pemimpin ideal harus sosok yang terbuka dan mau bekerja kolektif untuk negara dan masyarakat. Sebab, persaingan di era globalisasi kini daya saing dengan negara lain makin kuat.

"Konsen saya bagaimana Indonesia di mata dunia, kerjasama, tingkat bersaing masyarakatnya dengan dunia hari ini. Bagaimana kita mengejar ketertinggalan indeks, sumber daya manusia, kapasitas kita, kapasitas manusia kita dalam era global ini penting banget. Itu enggak bisa tidak."

"Kita hidup di era bukan eksklusif lagi. Ini sudah era terbuka, inklusif. Minimal bisa membuka diri untuk melihat perubahan, bekerjasama dan justru bukan tertutup untuk hal itu dan bahkan benefit-benefit dari kerjasama itu, harusnya bisa dilihat sebagai peluang untuk kita memperbaiki keberadaan kita sebagai sebuah bangsa," jelas Glenn.

Isu korupsi juga tidak terbantahkan terutama yang banyak terkuak di tingkat pemerintahan. Ini menjadi sederet tantangan presiden ke depan untuk bangsa Indonesia yang lebih maju. Saat ini, sumbu api masyarakat Indonesia masih terbilang pendek, mudah tersulut isu SARA yang dapat memecah belah. Tidak jarang isu agama kerap dijadikan dalil untuk memecah belah bangsa.

"Kita belajar bagaimana Jakarta terpolarisasi karena isu agama. Kita mundur sebenarnya sebagai sebuah bangsa, negara ikutan mundur banget. Ini enggak boleh kejadian di Pilpres karena yang kita pertaruhkan adalah visi besar kita sebagai bangsa dan negara. Itu sebabnya, elit harus melihat ini," jelas Glenn.

Keputusan Jokowi menggandeng Ma'aruf Amin sebagai pasangan dalam Pilpres 2019 pada 9 Agustus kemarin cukup mengagetkan masyarakat. Ekspektasi inisial M yang disinyalir adalah Mahfud MD melenceng jauh. Keputusan Jokowi bahkan dikaitkan dengan cara pendekatan Jokowi menarik pemilih beragama Muslim.

"Tantangan Indonesia enggak cuma lokal, enggak cuma nasional. Tapi tantangan di era global ini besar sekali tantangan kita bersama. Jadi, kerja kolektif, saling membutuhkan dr lintas bidang. Terutama pemilihan cawapres yang sudah ditentukan Pak Jokowi. Saya pikir, itu sudah lewat perhitungan matang dari Pak Jokowi maupun pihak yg terlibat di dalamnya," papar Glenn.





(ASA)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id