Kata penggebuk drum Element itu, salah satu persoalan penting yang harus diselesaikan Ibu Kota adalah kurang tegasnya pihak berwajib terhadap aksi organisasi masa (ormas) yang kerap bersikap intoleran.
"Untuk Jakarta ke depan, gue ingin pemimpin lebih peduli kaum minoritas. Contoh, kayak ormas yang menutup tempat ibadah, masjid dan gereja. Apa urusannya ormas melarang orang mau ibadah," tutur pria
berusia 31 tahun itu.
Lebih lanjut, Didi tak beranggapan negatif terhadap segala bentuk organisasi. Hanya saja, organisasi selayaknya memiliki manfaat positif.
"Sebenarnya mau berorganisasi enggak apa-apa, tetapi ya jangan anarkis. Yang penting itu bagaimana membangun organisasi yang mencerdaskan SDM (sumber daya manusia, Red)," imbuh Didi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News