Kirana Larasati (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)
Kirana Larasati (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Kirana Larasati Percaya Akurasi Survei Quick Count Pemilu 2019

Hiburan Seleb Bicara Pilpres 2019
Purba Wirastama • 22 April 2019 11:26
Jakarta: Kirana Larasati, artis sinetron yang kini sedang menjadi calon anggota legislatif (caleg) DPR, percaya dengan hasil quick count atau hitung cepat dari sejumlah lembaga survei atas Pemilu 2019. Dia yakin pasangan calon presiden Jokowi-Amin menang dengan perolehan suara di atas 50%.
 
"Dengan adanya hasil hitung cepat, kita tahu lembaga yang sangat kredibel, dan akhinya kami mengadakan acara syukuran ini," kata Kirana kepada wartawan di kawasan SCBD Jakarta, Minggu, 21 April 2019.
 
Acara syukuran yang dimaksud Kirana, digelar oleh tim sukses dari TKN (Tim Kampanye Nasional) Millenial dan relawan pendukung KitaSatu di The Pallas SCBD pada Minggu siang. Selain hiburan pertunjukan musik, acara juga dihadiri Ketua Umum TKN Erick Thohir dan Direktur TKN Millenial Bahlil Lahadalia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kendati optimis Jokowi-Amin menang, Kirana tetap menunggu hasil hitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia paham jika ada pihak yang tidak terima hasil hitung cepat. Namun, keputusan resmi tetap di tangan KPU.
 
"Kami enggak apa-apa (kalau ada penolakan hasil hitung cepat). Kami bawa santai saja. Kami bikin bercandaan saja, tetapi pada akhirnya, seperti kata Pak Jokowi, kita harus menunggu hasil KPU. Jangan terburu marah, walaupun kami tahu, hitung cepat itu jarang ada yang salah, akurasinya tinggi," ungkap caleg PDIP ini.
 
"Kalau yang berbahagia, silakan berbahagia. Kalau yang marah-marah, tolong ditahan dulu marahnya karena pada akhirnya, kita menunggu hasil KPU," imbuh Kirana.
 
Sedikitnya enam lembaga survei terpercaya, menurut data yang diterima oleh Medcom.id, memang menyatakan bahwa pasangan Jokowi-Amin unggul dalam versi hitung cepat dengan persentase antara 54-56%. Hingga Minggu sore, angka tersebut sudah dihitung berdasarkan 99-100% sampel survei.
 
Kendati begitu, BPN (Badan Pemenangan Nasional) Prabowo-Sandi tidak percaya dan menyebut lembaga survei bohong. Mereka bahkan mengklaim punya data survei dari tim internal, yang menyatakan Prabowo-Sandi unggul dengan angka di atas 60%.
 
Sejumlah lembaga survei naungan Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepsi) memberi tanggapan. Sebagai wujud transparansi, mereka mengadakan acara khusus untuk buka-bukaan data dan metodologi di kawasan Menteng pada Sabtu kemarin. BPN menolak hadir.
 
Sebelumnya, tim advokasi dan hukum BPN justru melaporkan enam lembaga survei ke KPU karena keberatan dengan hasil hitung cepat. Enam lembaga itu meliputi LSI Denny JA, Indo Barometer, Charta Politika, SMRC, Poltracking, dan Voxpol.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif