Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie (Foto: MI)
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie (Foto: MI)

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Disebut Layak Direhabilitasi

Elang Riki Yanuar • 12 Januari 2022 15:15
Jakarta: Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie harus puas menerima vonis satu tahun penjara dalam kasus narkoba yang menjerat mereka. Keinginan Nia dan Ardi untuk terus melanjutkan proses rehabilitasi pun kandas.
 
Nia dan Ardi bersama tim pengacaranya langsung mengajukan banding. Mereka merasa vonis yang diberikan hakim tidak sesuai fakta hukum karena Nia dan Ardi merupakan korban.
 
Pendapat serupa juga disampaikan Profesor Mudzakir, seorang Ahli Hukum Pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Mudzakir menganggap vonis penjara satu tahun itu kurang bijaksana jika tujuannya untuk pemberantasan narkoba.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya berpendapat kalau vonis yang diputus oleh hakim ini menurut saya kurang bijaksana, apalagi itu dalam rangka untuk pemberantasan narkoba. Sebab, mereka itu adalah korban dari peredaran narkoba ini," kata Mudzakir.
 
Hakim menganggap Nia dan Ardi secara sengaja dan sadar menggunakan narkoba sehingga tidak tepat disebut sebagai korban. Namun, Mudzakir menganggap Nia dan Ardi tetaplah korban dari peredaran narkoba.
 
"Nah kalau itu logikanya hakim itu dikatakan bahwa oh dia itu sengaja, loh memangnya seluruh pengguna narkoba dari para kalangan artis memang semuanya kesengajaan? Itu pertanyaannya. Pertanyaannya adalah ini kenapa orang yang disebut sebagai user atau korban justru itu dipandang sebagai pelaku. Kalau sekarang ini kan dia katakan dia sengaja. Namanya orang itu kalau dia menggunakan itu pastinya ada unsur kesengajaan, tapi posisinya dia adalah menggunakan untuk dirinya sendiri dan itu tetaplah korban," jelas Mudzakir.
 
Jika ingin memberantas narkoba, Mudzakir menyarankan memberikan hukuman berat kepada pengedar, agen dan bandarnya agar da efek jera. Sementara pemakai dan korban harus diberikan pengobatan berupa rehabilitasi.
 
"Negara tanggung jawabnya tidak boleh ada produsen, tidak boleh ada agen, dan tidak boleh ada distributor. Semua penyuplai, agen, pengedar, hingga distributor harusnya dihukum mati, agar tidak ada korban-korban lain seperti Nia dan Ardi," terangnya.
 
Vonis yang diterima Nia dan Ardi berbeda dengan tuntutan jaksa yang meminta keduanya menjalani rehabilitasi selama 12 bulan. Sementara, sejak ditangkap pada Juli 2021 hingga menjalani sidang persidangan, Nia dan Ardi sudah menjalani rehabilitasi berdasarkan rekomendasi Badan Narkotika Nasional (BNN).
 

 
 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif