Teguh telah meninggal sejak 1996. Dia dimakamkan di Astana Bonoloyo, Kota Solo, Jawa Tengah. Tepatnya di blok Pamijen atau blok makam keluarga Djudjuk. Di sana telah lebih dahulu dikuburkan orang tua serta kerabat Djudjuk lainnya.
Permintaan untuk dimakamkan satu liang lahat dengan Teguh itu diutarakan Djudjuk saat ziarah beberapa tahun silam. Pihak keluarga mendukung keinginan Djudjuk.
Djudjuk dan Teguh adalah pasangan yang membesarkan grup lawak Srimulat sejak 1970 atau dua tahun istri pertama Teguh, Raden Ayu Srimulat, meninggal dunia.
Djudjuk adalah primadona Srimulat kala itu. Dia kemudian diperistri Teguh. Sepeninggal Teguh, wanita yang kerap berperan kemayu itu berjuang mempertahankan Srimulat hingga akhir hayatnya.
Keharuan sangat terasa saat iring-iringan jenazah tiba di pemakaman Astana Bonoloyo. Sebelum jenazah Djudjuk bersatu dengan bumi, pendeta memimpin upacara agama Kristen sesuai kayakinan Djudjuk.
Djudjuk Djuariah meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta, Jumat, 6 Ferbuari. Anggota Srimulat itu tutup usia pada pukul 15.10 WIB karena penyakit kanker usus yang telah menyebar hingga jantung dan tulang.
Djudjuk meninggalkan empat orang anak, yaitu Eko Saputro, Ari Wibowo, Mia Permata, dan Cintia Perdana, serta sembilan orang cucu.
Selamat jalan Djudjuk Djuariah...
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News