"Saya akan tetap jadi warga negara yang baik, mengikuti apa yang terjadi, apapun aturan dalam negara akan saya taati," kata Andy kepada wartawan usai tampil di panggung Konser Putih Adalah Kita di Lippo Mall Kemang, Minggu, 7 April 2019.
"Kalau saya, tidak akan jadi orang yang frustasi," imbuhnya.
Menurut Andy, setelah Pilpres 2019 sukses digelar, setiap pihak seharusnya bisa bersama-sama mencurahkan hati dan pikiran untuk memajukan Indonesia.
"Dua kubu berseteru. Namun keinginan saya – dan keinginan masyarakat Indonesia, setelah terpilih siapapun pemimpinnya, yang berseteru akan kembali jadi saudara, berkumpul dan berangkulan, berjabat tangan, dan mencurahkan ilmunya untuk Indonesia," ungkap Andy.
Konser Putih Adalah Kita digelar oleh musisi Komunitas Biduan sebagai bentuk dukungan bagi Jokowi, sekaligus menyambut konser kampanye akbar di Gelora Bung Karno pada 13 April mendatang. Andy menjadi satu dari 50-an musisi yang tampil.
"Ini silaturahmi di antara sesama Teman Jokowi di Jakarta. Bahkan bukan hanya Jakarta, tetapi kawan-kawan saya dari Bandung juga hadir. Ini bukti rasa kecintaan kami untuk pilihan pemimpin yang terbaik dan kami idamkan untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan," ujarnya.
Pertunjukan luar ruangan ini sempat tertunda satu jam karena hujan mengguyur Kemang. Namun massa pendukung Jokowi, yang memakai arribut bertuliskan 01, menunggu dan berkumpul kembali setelah hujan reda.
"Artinya, itu keinginan yang sangat besar dari semuanya. Kita menyuarakan yang terbaik untuk bangsa," tukas Andy.
Selain Andy, pertunjukan dimeriahkan 40-an musisi lain, seperti Iwa K, Edo Kondologit, Doddy Katamsi, Glenn Fredly, Yuni Shara, J-Flow, dan Kadri Mohamad. Rencananya, pertunjukan musik yang lebih besar akan dihelat di Gelora Bung Karno Jakarta pada 13 April mendatang, empat hari sebelum hari pemungutan suara.
`
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News