Martha Tilaar memberikan sambutan saat pembukaan Roemah Martha Tilaar di Gombong -- MTVN/Ninok
Martha Tilaar memberikan sambutan saat pembukaan Roemah Martha Tilaar di Gombong -- MTVN/Ninok

Martha Tilaar, IQ Jongkok yang Berhasil Keliling Dunia

Kesturi Haryunani • 09 Desember 2014 18:59
medcom.id, Gombong: Martha Tilaar dikenal sebagai produsen brand kecantikan ternama yang menaungi 10 merek kosmetik, seperti PAC, Dewi Sri Spa, Biokos, Solusi, Caring, Sariayu, Belia, Rudy Hadisurwarno, Mirabella, serta Cempaka. Martha Tilaar bukan hanya identitas brand, tapi juga nama pemilik perusahaan kosmetik tersebut.
 
"Kalau saya bisa, semua orang pasti juga bisa," ujar wanita kelahiran 4 Deember 78 tahun lalu itu berulang kali saat pembukaan Roemah Martha Tilaar (RMT) di gombong, Kebumen , Jawa Tengah, Sabtu (6/12/2014).
 
Sejak dilahirkan, Martha Tilaar sudah diprediksi akan menjadi anak bodoh oleh dokter yang menanganinya. Benar saja, dibanding dua adiknya yang sekarang berprofesi sebagai dokter dan pengacara, prestasi akademik Martha terbilang kurang.

"Tapi nak, engkau masih mempunyai tangan, kaki, mata, dan mempunyai hati. Gunakanlah apa yang kamu miliki itu untuk hidupmu," kata Martha menirukan nasehat Ibunya kepada dirinya.
 
Mengaku sebagai anak dengan IQ jongkok, Martha bertutur, ibunya mengasah ia dengan kreatifitas dan diajari berwirausaha sejak kecil. Ia pun diminta berjualan buah-buahan dan aksesori di depan rumah.
 
"Ter‎us terang saja, saya bodoh. Saya diasah kreativitas dengan membuat aksesoris dari biji-bijian seperti saga telik dan jali. Saya juga diajari berwirausaha dengan jualan buah-buahan di depan pagar rumah. Kalau ada guru lewat, saya langsung naik pohon mangga untuk dijual," ceritanya.
 
Martha juga mengaku sering melihat eyangnya membuat jamu. Sehingga dari kecil ia telah familiar dengan jamu-jamuan.
 
"Hal tersebut menjadi salah satu modal saya membangun Martha Tilaar Group. Kita bukan berasal dari keluarga kaya, suami saya guru, jadi terpaksa ayah mengumpulkan adik-adik untuk bergotong royong membuat family company," kata peraih penghargaan Outstanding Award for Contributions dari PBB dalam UN Global Compact Leaders Summit 2010.
 
Meski tidak menonjol dalam prestasi sekolah, Martha tetap berusaha menjadi individu yang baik. Ia pun memulai bisnis dengan modal yang tidak terlalu besar. Terlebih pada saat itu bank tidak mau meminjamkan dana kepada para wanita.
 
"Kantor kita dulu di garasi 4x6 dengan satu karyawan dari Gunung Kidul yang bertugas meramu tanaman ‎rumahan. Sekarang saya sudah berkeliling dunia menjadi partisipan di PBB, dan konsisten mengolah hasil alam menjadi produk kecantikan untuk mempercantik perempuan Indonesia," ungkap Martha.
 
Meskipun telah sukses melanglang dunia, Martha Tilaar tidak melupakan tanah asal leluhurnya. Ia pun mendirikan RMT di rumah masa kecilnya, sebagai wujud Coorporate Social Responsible (CSR) atau tanggungjawab sosial ibu anak empat tersebut kepada kota tercintanya.
 
Rumah ‎yang terletak di Jalan Sempor Lama 28 itu akan dijadikan pusat studi, kebudayaan, serta pemberdayaan wanita. Bersama dengan Wulan Tilaar, sang anak yang mengetuai Yayasan Warisan Budaya Gombong, Martha berharap Roemah Tilaar bisa menjadi salah satu ikon kota Gombong.
 
"Roemah Martha Tilaar kami wujudkan bukan sekedar sebagai bangunan bersejarah, tapi juga sebagai bakti kami kembali pada masyrakat Gombong dan sekitarnya," ungkap Martha.
 
Wulan Tilaar telah menyiapkan dua aktivitas utama yang akan diwadahi RMT, yakni festival tahunan serta program tahunan. Festival tahunan perdana diadakan pada Minggu (7/12/2014) hingga Rabu (10/12/2014) yang diisi pagelaran seni, workshop,
 
serta diskusi. Sementara program tahunan akan menjadikan Roemah Martha Tilaar sebagai fasilitator, mediator, serta pendanaan acara-acara terkait.
 
"Saya yakin, dengan dukungan berbagai pengampu kepentingan, niat baik ini dapat terus berkelanjutan. Siapa tahu, akan lahir bibit pemimpin muda Indonesia," pungkas Martha.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NIN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA