Sejak pagi hari tadi, Sabtu (7/2/2015), sudah ada persekutuan doa di rumah duka Jalan Srigunting 5, No.2, RT02 RW11, Kampung Gremet, Kalurahan Manahan, Kota Solo. Mereka adalah jemaat dari Persekutuan Doa Oikumene.
Semasa hidupnya, Djudjuk aktif terlibat di organisasi kerohanian tersebut.
Jemaat menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Tuhan serta penghiburan bagi keluarga yang sedang berduka cita. Selain bernyanyi bersama, jemaat juga berdoa agar Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga, serta harapan agar prosesi pemakaman berjalan lancar.
Rencananya, pelawak yang lekat dengan peran kemayu itu akan dimakamkan pukul 13.00 WIB, di Astana Bonoloyo, Kota Solo. Lokasi pemakaman Djudjuk berdampingan dengan pusara suaminya Teguh Slamet Rahardjo yang merupakan pendiri Srimulat.
Djudjuk Djuariah meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta, Jumat (6/2/2015). Anggota Srimulat itu tutup usia pada pukul 15.10 WIB karena penyakit kanker usus yang telah menyebar hingga jantung dan tulang.
Djudjuk meninggalkan empat orang anak, yaitu Eko Saputro, Ari Wibowo, Mia Permata, dan Cintia Perdana, serta sembilan orang cucu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News