Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie (Foto: MI)
Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie (Foto: MI)

Tangis Nia Ramadhani Divonis 1 Tahun Penjara

Sunnaholomi Halakrispen • 11 Januari 2022 15:16
Jakarta: Aktris Nia Ramadhani terjerat kasus penyalahgunaan narkotika hingga divonis hukuman penjara selama satu tahun. Vonis tersebut pun membuat istri pengusaha Ardi Bakrie itu menangis.
 
Awalnya, Nia yang mengenakan kemeja putih dan blazer berwarna hijau terlihat duduk dengan tenang. Ketika hakim membacakan vonis, mata Nia berkaca-kaca.
 
Bahkan, Nia beberapa kali mengusap matanya. Gerakan Nia diperhatikan Ardi. Suami itu pun terlihat mengusap tangan  berusaha mengusap lengan Nia, seraya berusaha menenangkan istri tercintanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nia Ramadhani dinyatakan bersalah atas kasus penyalahgunaan narkotika. Statusnya sebagai public figure menjadi bahan pertimbangan hakim ketika menjatuhkan vonis berupa hukuman penjara.
 
"Mengadili, menyatakan terdakwa Zen Vivanto, Nia Ramadhani, dan Ardi Bakrie telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana," ujar Hakim Ketua di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
 
"Menjatuhkan pidana terhadap Zen Vivanto, Nia Ramadhani, dan Ardi Bakrie dengan pidana penjara masing-masing selama satu tahun," tambahnya.
 
Perkara ini berawal dari Nia dan sopirnya, Zein Vivanto yang diciduk di rumah sang aktris, di Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Rabu, 7 Juli 2021 pukul 15.00 WIB. Kemudian, Ardi menyerahkan diri ke Polres Metro Jakarta Pusat setelah dihubungi istrinya.
 
Pada penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 0,78 gram. Selain itu, ditemukan juga bong atau alat isap sabu dari rumah keluarga konglomerat itu.
 
Keduanya juga dinyatakan positif methamphetamin alias mengonsumsi sabu. Hal tersebut berdasarkan hasil tes urine serta cek laboratorium untuk darah dan rambut yang dilakukan penyidik terhadap pasangan suami istri itu. Juga pemeriksaan terhadap Zein.
 
Nia, Ardi, dan sopir mereka pun resmi dijadikan terdakwa. Mereka dituntut Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.
 
Jaksa menuntut ketiganya ditempatkan di Lembaga Rehabilitasi Medis dan Rehabilitasi Sosial di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur. Mereka diminta menjalani rehabilitasi secara rawat inap masing-masing selama 12 bulan.
 

 
 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif