Jefri Nichol, aktor yang dua tahun belakangan meramaikan industri perfilman pada Sabtu, 6 April 2019, turut meramaikan acara yag bertajuk Yang Muda Melawan Lupa. Malam itu Jefri diundang untuk mengisi acara dan membacakan puisi karya Wiji Thukul sebagai bentuk perkenalannya dengan sejarah Indonesia dan sumbangsihnya untuk mengenang mereka yang hilang dalam kasus penculikan pada tahun 1998.
Penampilan Jefri malam itu membacakan puisi yang berjudul Untuk Adik dan Yang Muda Melawan Lupa II.
Setelah membacakan puisi, Jefri mengaku turut berduka atas korban dan yang pernah terjadi pada sejarah pemerintahan Indonesia.
"Walaupun gue engga tahu-tahu banget dan enggak pernah ngersain juga (masa-masa dimana aktivis diculik), paling engga gue punya kontribusi buat mereka (korban) dan mengenang yang udah engga ada,’ kata Jefri yang dijumpai pada Sabtu malam itu.
Ia melanjutkan, terpilihnya seorang presiden menjadi momok yang menakutkan jika kembali mengingat apa yang pernah terjadi pada masa pemerintahan Indonesia. Jefri juga mengungkap antusiasnya yang tinggi terhadap pemilu yang dilaksanakan pada 17 April mendatang.
"Pertama kalinya, pastinya antusias banget. Gue enggak mau sampai salah pilih. Gue research, ngobrol-ngobrol dengan mereka yang lebih tahu daripada gue," ungkap pria yang baru menginjak 20 tahun itu.
"Gue engga mau sampai salah pilih. Dan semoga yang gue pilih bisa memberi pengaruh lebih buat negara sih, karena gue tinggal di Indonesia dan gue mau yang terbaik untuk Indonesia," lanjutnya.
Sebagai pemilih pemula, ia berusaha untuk mengenali calon presidennya mendatang. Ia berupaya untuk melakukan riset visi dan misi kedua kandidat yang kini tengah sibuk memasuki masa panas kampanye.
Perbedaan yang terjadi tidak membuat Jefri senang melakukan diskusi di antara teman sebayanya dan mencoba mengajak untuk tetap memilih ketimbang mengosongkan surat suara.
"Untungnya kalo teman gue yang beda pilihan sama gue itu enggak sampe ribut atau ngatain, kita damai-damai aja dan kita saling tukar pikiran,"
Kepeduliannya setelah mengikuti acara tersebut, kini menjadi tolok ukur memantapkan pilihannya pada pemilihan umum April 2019.
Ia berharap tidak terulang kembali kerusuhan yang menyisakan trauma untuk rakyat Indonesia dan merayakan pesta demokrasi dengan semestinya, menerima perbedaan pendapat satu dengan lainnya.
"Gue harap sih semuanya bisa menghadapi (pemilu) dengan kepadala dingin, dan tidak usah pakai berantem lagi. Cukup pakai adu visi dan misi saja lah," tutup Jefri.
(Mardinal Afif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News