Setengah abad lamanya, mantan atlet olimpiade ini merahasiakan keinginan terpendam itu dari istri, anak, dan kolega.
Kini, lelaki yang telah bercerai dari ibunda Kim, Kris Jenner, itu bersedia menguak alasan mengapa baru sekarang dia membuka semuanya.
"Dia merasa sudah cukup berusaha menipu dirinya sendiri dan orang lain. Begitu dia sadar harus membereskan hidupnya, dia tahu ini sudah waktunya untuk jujur kepada diri sendiri," jelas sumber yang dekat dengan Bruce kepada People, Senin (24/3/2015).
Diakui sumber anonim, ini bukan sebuah keputusan yang mudah. Bruce sempat mengalami pertentangan batin antara harus membuat pengakuan atau selamanya memendam rahasia itu.
"Dia menderita karena malu punya keinginan menjadi transgender. Tapi saat ini, transgender sudah banyak diterima masyarakat. Hal ini membuatnya merasa tidak sendiri," tambah dia.
Faktor lain yang mendorong Bruce mengungkap keinginan menjadi transgender adalah kegagalan pernikahannya dengan Kris Jenner.
"Dia (Kris) bertanggung jawab, dan dia (Bruce) hanya menikmati perjalanan. Hal ini membuatnya merasa tidak perlu khawatir tentang identitasnya, tentang siapa dia," jelasnya mengenai pernikahan 23 tahun Bruce dan Kris yang berakhir cerai.
Momentum yang mengetuk kesadaran Bruce untuk mengakui semua ini terjadi tiga tahun lalu. Saat pernikahan putranya, Brandon. Bruce menyadari tidak bisa membiarkan bibirnya terus terkunci rapat.
"Dia merasa sudah cukup membiarkan orang lain mendikte bagaimana dia akan menjalani hidup," kata sumber.
Meski mengejutkan, pada akhirnya keputusan Bruce didukung oleh anak-anaknya.
"Dia tampak bahagia dapat menjalani hidup dengan cara yang dia inginkan. Anak-anaknya mencintai Bruce sepenuh hati dan akan melakukan apa saja untuknya," tutup sumber.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News