Momen handshake atau jabat tangan juga dilakukan oleh idol grup asal Indonesia, JKT48, yang masih memiliki hubungan dengan AKB48.
Handshake adalah "budaya" khas dari idol grup yang memberi kesempatan bagi para penggemar untuk menjabat tangan idolanya selama beberapa detik. Untuk mengikuti acara rutin ini, penggemar harus memiliki tiket yang didapat dari CD JKT48.
Menanggapi peristiwa penyerangan AKB48 saat handshake, Tyo, salah seorang penggemar berat JKT48 asal Jakarta, optimistis peristiwa seperti itu tidak akan terjadi di Jakarta.
"Kalau khawatir sih enggak, karena itu (handshake) sudah budaya dari AKB. Handshake berpengaruh ke penjualan CD. Karena kadang orang menganggap CD-nya kurang penting, yang penting tiket handshake-nya. Kalau di Indonesia acara handshake lebih aman. Penggemar JKT48 lebih melindungi member-membernya," ujar Tyo kepada Metrotvnews.com, Senin (26/5/2014).
Seperti diberitakan sebelumnya, dua personel AKB48 Rina Kawaei (19) dan Anna Iriyama (18), serta seorang staf menjadi korban penyerangan yang dilakukan lelaki bernama Satoru Umeta (24), seorang pengangguran yang dropout dari SMA. Sebelum menyerang, Umeta berbaris rapi bersama ratusan fans lain menunggu giliran untuk bersalaman (handshake) dengan personel AKB48, di ajang jumpa fans di Iwate Prefecture, Minggu (25/5/2014).
Tak diduga, ketika bersalaman dengan Kawaei dan Iriyama, dia sekonyong-konyong mengambil gergaji sepanjang 50 cm yang telah disiapkannya, dan langsung mengayunkan secara membabi buta kepada korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News