Pada tahun 2011, Charlie Sheen dipecat dari serial televisi Two and a Half Men. Ashton Kutcher lalu ditunjuk sebagai pengganti Charlie. Kejadian itu memicu kemarahan Charlie.
Charlie memaki-maki tim produksi Two and a Half Men di media sosial. Dia juga menyebut Ashton Kuthcer aktor bodoh. Charlie Sheen terus merisak Ashton di media sosial selama bertahun-tahun.
Namun, Charlie kini menyesali perbuatannya itu. Dia beralasan saat itu tidak rela perannya diberikan kepada orang lain. Apalagi butuh perjuangan keras untuk mencapai posisi itu. Two and a Half Men memang menjadi serial televisi terkenal dan sukses di Amerika kala itu.
"Aku bersikap bodoh kepada dia (Ashton) karena menghadapi kenyataan dan kesulitan pengambilalihan acara," kata Charlie Sheen seperti dikutip Femalefirst.
"Apa yang aku lakukan, aku mengambil alih (peran) di Spin City ketika Michael J Fox terlalu sakit untuk bekerja, tetapi tidak yang pernah menempatkan mereka berdua bersama-sama. Jadi, aku seharusnya bersikap lebih baik lagi," lanjutnya.
Ketika Charlie terus melancarkan 'serangannya' di media sosial, Ashton tak pernah menggubrisnya. Hingga suatu hari, Charlie dan Ashton bertemu di sebuah acara. Suasana canggung terjadi meski Charlie coba bersikap baik.
"Aku melihat dia di pertandingan Dodgers (tim bisbol di Los Angeles) pada bulan November dan aku memaksa dia untuk berjabat tangan," ungkap Charlie.
"Aku bilang, 'berikan aku secangkir kopi, hei anak muda, jabatlah tanganku.' Itu memang terasa aneh tapi aku membuatnya baik-baik saja. Aku merasa bersalah padanya. Dan untuk itu, aku menyesal," tutup Charlie.
Jika masalah dengan Ashton Kutcher selesai, Charlie masih menyimpan dendam pada Chuck Lorre, sang kreator acara. Dia merasa Lorre orang yang mendepaknya di acara Two and a Half Men.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News