Sebelum dimakamkan, keluarga dan kolega menggelar upacara penghormatan terakhir untuk Djudjuk.
Upacara dalam agama Kristen menjadi prosesi puncak pelepasan jenazah istri pendiri Srimulat itu menuju ke makam Astana Bonoloyo, Kota Solo, Jawa Tengah.
Para jemaat dari Persekutuan Doa Oikumene menjalankan ibadah pelepasan jenazah. Begitu harunya suasana membuat pelayat tak kuasa menahan air mata.
Kolega Djudjuk dari dunia kesenian pun memberi penghormatan kepada Djudjuk melalui lagu "Kedamaian Hidup" yang mereka nyanyikan sambil berdiri mengelilingi peti jenazah.
Tepat pukul 13.00 WIB, keluarga dan pelayat memberangkatkan jenazah dari rumah duka di Jalan Srigunting 5, No.2, RT02 RW11, Kampung Gremet, Kalurahan Manahan, Kota Solo.
Tampak di antara para pelayat, rekan almarhumah di grup lawak Srimulat, yaitu Gogon, Nunung, Bambang Gentholet, dan Yati Pesek.
Djudjuk Djuariah meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit dr Sardjito, Yogyakarta, Jumat, 6 Februari. Anggota Srimulat itu tutup usia pada pukul 15.10 WIB karena penyakit kanker usus yang telah menyebar hingga jantung dan tulang.
Djudjuk meninggalkan empat orang anak, yaitu Eko Saputro, Ari Wibowo, Mia Permata, dan Cintia Perdana, serta sembilan orang cucu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News