Johnny Depp (Foto: instagram)
Johnny Depp (Foto: instagram)

Pengacara Johnny Depp Sebut Amber Heard Palsukan Pelecehan

Medcom • 14 April 2022 14:16
Jakarta: Kasus pengadilan yang melibatkan Johnny Depp dan Amber Heard saat ini sedang hangat diperbincangkan di Hollywood.
 
Bermula saat Amber Heard buka suara soal kekerasan dan pelecehan yang dia alami saat bersama dengan pasangannya kala itu, Johnny Depp. Depp yang tidak terima tuduhan itu lalu menggugat Amber Heard senilai USD 50 juta atas pencemaran nama baiknya dan merusak kariernya.
 
Dilansir dari Variety bahwa pengacara Heard, Ben Rottenborn menyebut kalau semua tuduhan yang dilontarkan bintang Aquaman itu benar dan memiliki hak amandemen pertama untuk mengutarakan pandangannya. Rottenborn justru menuduh balik Depp berniat untuk merusak hidup mantan istrinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selama bertahun-tahun, semua yang diinginkan Depp adalah menghina Amber, menghantuinya, merusak kariernya. Mantan suami yang terobsesi untuk balas dendam." kata Rottenborn.
 
Sementara itu, pengacara Depp, Ben Chew dan Camille Vasquez menyebut bahwa pengakuan Heard dirilis mendekati jadwal tayang film Aquaman. Hal ini membuat aktris tersebut terlihat seakan-akan simpatik di mata publik.
 
"Dia (Heard) menampilkan dirinya sebagai wajah dari pergerakan #MeToo, sebuah perwakilan dari kaum wanita di seluruh negeri dan dunia yang benar-benar menderita pelecehan." ucap Vasquez.
 
Akibat pengakuan dari Amber Heard, Johnny Depp merasa dirinya dikeluarkan dari waralaba Pirates of the Caribbean, mengacaukan karier Depp. Chew menyebut kalau studio film di Hollywood tidak ingin ikut campur dengan seseorang yang dituduh melakukan kekerasan dan pelecehan.
 
"Bukti-buktinya akan memperlihatkan tuduhan palsu Heard yang menganggu keluarga Depp dan bekerja di profesi yang dia cintai. Pada akhirnya, persidangan ini bertujuan untuk membersihkan Depp dari tuduhan yang buruk dan salah." tutur Chew.
 
Pengadilan ini diperkirakan akan berjalan selama enam minggu, dengan 11 juri yang akan meninjau dokumen-dokumen bukti dan kesaksian untuk menentukan siapa yang benar. (Yahya Nadim Oday)
 
 
 
(ELG)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif