"Atasan saya sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait mengenai hal ini. Itu saja jawaban yang bisa JOT (JKT48 Operation Team) berikan saat ini," ujar Dhieta, perwakilan JOT, saat dihubungi Metrotvnews.com, Senin (26/5/2014).
Ditanya lebih lanjut mengenai pengamanan terhadap personel JKT48, Dhieta kembali mengelak. "Kami belum bisa jawab, mas. No comment," tutupnya.
Manajemen JKT48 memang dikenal terstruktur rapi dalam hal memberikan pernyataan maupun press release kepada media massa.
JKT48 dibentuk pada 2011 dan merupakan grup saudari AKB48 pertama yang berada di luar Jepang. Grup ini mengadopsi konsep AKB48 yaitu "idola yang dapat anda jumpai setiap hari”.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua personel AKB48 Rina Kawaei (19) dan Anna Iriyama (18), serta seorang staf menjadi korban penyerangan yang dilakukan lelaki bernama Satoru Umeta (24), seorang pengangguran yang dropout dari SMA. Sebelum menyerang, Umeta berbaris rapi bersama ratusan fans lain menunggu giliran untuk bersalaman dengan personel AKB48, di ajang jumpa fans di Iwate Prefecture, Minggu (25/5/2014).
Tak diduga, ketika bersalaman dengan Kawaei dan Iriyama, dia sekonyong-konyong mengambil gergaji sepanjang 50 cm yang telah disiapkannya, dan langsung mengayunkan tanpa ampun kepada korban.
Akibat insiden ini, ketiga korban menderita luka cukup parah. Kawaei dan Iriyama menderita patah tulang dan luka pada tangan kanan mereka. Bahkan, disebutkan jari tangan mereka hampir putus. Iriyama juga luka di bagian kepala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News