Zainal Abidin Domba (Foto:MI/M Irfan)
Zainal Abidin Domba (Foto:MI/M Irfan)

In Memoriam

Zainal Abidin Domba Meniti Karier dari Kerja Serabutan

Nia Deviyana • 27 Januari 2015 10:27
medcom.id, Jakarta: Nama Zainal Abidin Domba pernah mewarnai jagat perfilman, sinetron, dan dunia teater negeri ini. Mungkin tak banyak yang tahu, Zainal pernah hidup susah.
 
Zainal Abidin Domba lahir di Pekalongan, 15  April 1957. Dia memulai karier akting sejak 1975 hingga 2015.
 
Kesuksesan yang didapat pria yang akrab disapa Domba itu bukan jatuh dari langit. Pernah hidup dalam kondisi kesulitan finansial, Domba susah payah meniti karier film.

Domba merantau dari kampung halamannya di Pekalongan dan bekerja serabutan ke berbagai daerah di Indonesia seperti Padang, Medan, Ternate, lalu Jakarta. Kendati bekerja serabutan, niatnya untuk menjadi aktor terkenal tak pernah padam.
 
Akhirnya, pria yang lulus sekolah STM Bangunan ini memutuskan untuk terjun ke dunia teater. Di sana bakat aktingnya mulai terlihat. Dia bahkan berhasil mendapatkan penghargaan sebagai aktor terbaik dalam Festival Teater Remaja Jakarta tahun 1982 dan 1983.
 
Lewat dunia teater, dia memulai debut akting pertamanya di dunia perfilman. Film perdananya berjudul "Secangkir Kopi Pahit" garapan sutradara Teguh Karya pada 1984. Selanjutnya, Domba kembali berakting dalam film "Pernikahan Berdarah."
 
Nama Zainal Abidin Domba mulai terkenal kala ia berperan sebagai suami Inneke Koesherawati dalam film "Kipas-Kipas Asmara." Di era 2000-an, Domba tetap eksis wara-wiri di layar lebar di tengah kemunculan aktor muda nan berbakat.
 
Ia masih mendapat peran untuk berbagai film. Misalnya, "Issue" dan "3 Hati 2 Dunia 1 Cinta."  Tak hanya layar lebar, Domba juga menekuni akting sinetron. Akting kocaknya diingat penonton saat beradu peran dengan Ayu Azhari dalam film "Putri Duyung."
 
Kini, aktor senior itu telah tiada (baca di sini). Domba mengembuskan napas terakhir pada Senin, 26 Januari 2015 sore, di RS Sentra Medika, Cisalak, Depok.  Domba meninggal karena mengidap kanker usus stadium empat.
 
Almarhum dimakamkan di TPU Pondok Rangon usai azan zuhur, Selasa, 27 Januari 2015.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA