Bim Bim (Foto: MI/Sumaryanto)
Bim Bim (Foto: MI/Sumaryanto)

Bim Bim Cerita Awal Perkenalannya dengan Narkoba

Hiburan slank selebritas dan narkoba
Cecylia Rura • 02 Agustus 2019 09:00
Jakarta: Bimo "Bim Bim" Setiawan Almachzumi, pendiri sekaligus penabuh drum Slank menceritakan pengalaman berkenalan dengan narkotika. Hal itu terjadi sekitar tahun 90-an saat dia bersama Kaka berjalan-jalan di sebuah gang kecil bernama Poppies di Bali.
 
"Tahun 1994 something. Usia 20 something. Memang sudah sering cari cimeng (ganja), mushroom, gampang banget di era itu dan aman banget. Tiba-tiba ada yang datang bawa putau dan gua ingat banget bandar pertama nyeselnya seumur hidup dia," cerita Bim Bim dalam wawancara bersama Shindu's Scoop Medcom ID.
 
Diakui Bim Bim, saat di Poppies narkotika itu dibeli seharga Rp50 ribu untuk dipakai beramai-ramai. Efeknya pun membuat mereka resah dan ingin kembali mengonsumsi narkotika.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Poppies Land, dekat rumahnya Jerinx. Dulu studio bapaknya sudah ada di situ. Harganya berapa ya? Rp50 ribu tapi satu gram. Pakai ramai-ramai. Habis dipakai enggak ada enak-enaknya, langsung jackpot (muntah), habis jackpot, ini bukan hard drugs tapi. Kalau kokain atau obat, ekstasi kita teriak-teriak, loncat-loncat, senang-senang. Kalau ini yang kayak pakai mushroom, teler tiduran, ngiler," jelas Bim Bim.
 
Tradisi Bim Bim dan Kaka saat itu, mereka perlu mencari tempat baru untuk menghasilkan karya baru. Setelah dari Bali, mereka berangkat ke Lombok untuk sekadar jalan-jalan. Mereka sadar sudah terlanjut sakau dan kembali mencari barang tersebut.
 
"Sampai di Lombok hati sedih, gulana. Kayak ada yang hilang, ternyata kita enggak mengerti itu sakau. Pertama kali pakai besoknya langsung cari. Hanya hilang kalau kita pakai," kata Bim Bim.
 
Setelah dari Lombok, Bim Bim menjelaskan Slank merilis album Road to Peace yang dirilis pada 2004. Masa-masa awal tahun 2000 adalah ketika Bim Bim dan Kaka mulai lepas dari narkotika. Saat itu, hanya Abdee dan Ridho yang diakui Bim Bim tidak bersentuhan dengan narkotika.
 
Dalam proses penyembuhan dari narkotika, Abdee ikut membantu rekan sejawatnya di Slank dengan hal-hal kecil dan intim seperti mengajak beribadah dan mendoakan rumah baru Slank.
 
"Mulai dari 1997 sampai 2000 awal ngajak salat Jumat, itu Abdee yang ngajakin. Ngajak minum bearbrand (susu) sama pas kita berhenti di awal 2000 dia yang sibuk banget bantu bunda buat ngurung Potlot, nyingkirin bandar-bandar, azanin rumah. Gua sempat dipindahin ke apartemen sama bunda. Enggak pegang telepon, ATM, handphone, HP gampang digerus kan," kata Bim Bim.
 
"Abdee sampai azanin, kalau rumah baru kata orang Palu harus diazanin di setiap sudut. Sampai seperti itu karena pingin banget melihat Bim Bim, Kaka, Ivan, berhenti," katanya.
 

 

(ELG)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif