Slamet Rahardjo, aktor senior Indonesia menilai perbedaan politik di Indonesia tak perlu dijadikan tolak ukur untuk tidak saling berkomunikasi.
"Saya cuma minta kepada Pak Jokowi, Pak Prabowo, mbok banyak-banyak makan bersama pagi hari. Pak Prabowo mampir ke Istana Bogor, Pak Jokowi mampir ke Hambalang sarapan bareng, salat bareng. Blusukan bareng. Beli barang-barang bareng buat istri. Yang beda kan cuma sikap politk, sebagai manusia kan tidak," kata Slamet di kawasan Epicentrum Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018.
Untuk sosok pemimpin ideal, Slamet Rahardjo menunggu bukti dan bukan sekadar wacana dari bakal calon.
"Pemimpin itu satu kata dan perbuatan. Jadi yang dia sampaikan secara kata-kata dia wujudukan dalam bentuk nyata. Sekarang siapa, itu saja. Sampai 2019 bisa meyakinkan saya tentang itu yang saya pilih itu pasti," kata Slamet.
"Tapi kalau cuma wacana terus (...), okelah kalau memang istilahnya yang belum berkuasa susah mewujudkannya, minimal konsep kerjanya, pembangunannya di kepala dia itu apa. Saya rasional," ungkap aktor berusia 69 tahun itu.
Slamet Rahardjo lahir pada 21 Januari 1949. Dia turut merasakan dinamika politik dari tujuh presiden yang pernah memimpin Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News