Pernyataan maaf ibunda Umeta ini dimuat di Official Blog AKB48 yang dilansir Asianjunkie.com, Selasa (27/5/2014). Dia menyatakan, putranya yang baru berusa 24 tahun itu bukan fans AKB48.
"Dia tidak pernah menunjukkan benar-benar menjadi penggemar AKB48, tanpa CD atau tiket di tangannya," ucap sang bunda.
Diduga, lelaki pengangguran yang tidak tamat SMA itu merupakan psikopat. Kepolisian setempat hingga saat ini masih terus melakukan penyidikan untuk mengungkap motif di balik tindakan brutal Umeta. Umeta telah dijebloskan ke tahanan dan menghadapi tuduhan percobaan pembunuhan.
Kelakuan Umeta memang mengejutkan. Di tengah riuh acara jumpa fans "handshake event" yang digelar AKB48 di Kota Takizawa, Perfektur Iwate, Minggu, 25 Mei 2014, Umeta secara membabi buta menyerang dua personel AKB48 Rina Kawaei (19) dan Anna Iriyama (18), serta seorang staf. Dia mengayunkan gergaji sepanjang 50cm ke arah ketiga korban.
Kawaei menderita patah tulang pada ibu jari kanan serta robekan. Iriyama retak lengan kanan dan menderita robekan di kepala. Seorang staf luka pada tangan kirinya setelah berusaha melindungi Kawaei dan Iriyama. Ketiganya sudah menjalani operasi selama tiga jam dan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News