Jefri Nichol di Polres Jakarta Selatan, Rabu, 24 Juli 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)
Jefri Nichol di Polres Jakarta Selatan, Rabu, 24 Juli 2019. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Narkoba Membuat 7 Kontrak Kerja Jefri Nichol Diputus

Hiburan Jefri Nichol selebritas dan narkoba
Dhaifurrakhman Abas • 11 November 2019 22:43
Jakarta: Ayah Jefri Nichol, John Hendri, mengaku kasus penyalahgunaan narkoba yang menimpa anaknya bikin rugi secara finansial. Sebab beberapa kontrak kerja Jefri diputus.
 
"Untuk iklan aja ada sekitar tujuh (putus kontrak)," kata John, saat berbincang dengan awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 11 November 2019..
 
John tidak bisa merinci berapa total kerugian yang diterima Jefri. Untungnya, kata dia, kontrak untuk perfilman belum diputus pihak produksi film.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Buat film enggak ada. Namun semua kerugiannya berapa, ada di manajer," paparnya.
 
Lebih lanjut, John mengaku kecolongan dengan kasus penyalahgunaan narkoba yang menimpa anaknya. Dia ingin hal itu tak terulang.
 
"Ya kecolongan. Kedepannya akan lebih hati-hati lagi," ungkapnya.
 
John mengatakan, dirinya akan lebih jeli dalam memantau kehidupan anak-anaknya di kemudian hari. Bahkan kini Jefri tak lagi diizinkan menginap di indekos miliknya.
 
"Udah enggak boleh lagi. Walaupun Itu sebetulnya bukan kosan Jefri. Tapi kosan perusahaan," paparnya.
 
Meski begitu, John beserta keluarga tetap memaafkan kesalahan yang dilakukan anaknya itu. Dia berharap Jefri bisa memperbaiki kesalahannya setelah masa hukuman dilakukan.
 
"Sebagai orang tua, tentu kita support," ungkap John.
 
John berharap anaknya mendapat keringanan hukuman dalam sidang pembacaan putusan terkait narkoba hari ini. Dia ingin Jefri mendapat rehabilitasi rawat jalan.
 
"Mudah-mudahan apa yang dihaarapkan sama Nichol, dia bisa rawat jalan, agar bisa berkarya lagi," paparnya.
 
Jefri Nichol ditangkap atas penggunaan dan kepemilikan ganja seberat 6,01 gram. Dia mengaku menggunakan ganja atas saran temannya, Triawan karena kesulitan tidur. Dia diberikan ganja secara gratis usai menemui Triawan di restoran cepat saji MC Donald di bilangan Kemang pada 6 Juli 2019.
 
Dalam persidangan sebelumnya, Jefri dituntut Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia mendapat hukuman 10 bulan penjara dengan ketentuan rehabilirasi rawat inap.
 
Namun Jefri mengajukan permohonan rehabilitasi rawat jalan dalam nota pembelaannya. Permohonan diajukan karena dia ingin segera kembali bekerja. Pembelaan juga dilontarkan karena Jefri merupakan pemakai baru.
 
"Semoga hakim bisa mempertimbangkan kesaksian para dokter dan dari BNNP buat rawat jalan. Itu aja sih," ujar Jefri, Di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tempo hari.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif